Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Meninjau Karhutla

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:32 WIB
Presiden Prabowo bersiap terbang ke Kalimantan cek karhutla.(Instagram)
Presiden Prabowo bersiap terbang ke Kalimantan cek karhutla.(Instagram)

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM — Presiden Prabowo Subianto dikabarkan terbang langsung ke Kalimantan, Sabtu (22/8/2026). Kunjungan presiden itu untuk memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Tak hanya mengecek kondisi di lapangan, Prabowo sebelumnya telah mengerahkan jajaran pimpinan TNI dan Polri untuk bergerak serentak di empat provinsi terdampak, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, langkah tersebut merupakan instruksi langsung Presiden agar penanganan karhutla tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi dilakukan secara cepat dan terpadu.

Baca Juga: Napas Warga Palangka Raya Sesak oleh Kabut Asap, Bapenda Malah Razia Pajak, Auto Dikritik Netizen

“Sabtu pagi, Presiden Prabowo terbang ke Kalimantan. Pimpin langsung penanganan karhutla, instruksikan bergerak cepat, terpadu dan serentak,” kata Teddy dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sabtu pagi (22/8/2026). 

Sehari sebelumnya, Prabowo telah membagi tugas kepada pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah serta masyarakat.

Di Kalimantan Barat, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan menangani karhutla. Untuk Kalimantan Tengah, tugas diberikan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Wakapolri.

Sementara itu, Kalimantan Selatan ditangani Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama Astamaops Polri. Adapun di Kalimantan Timur, Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri ditugaskan turun langsung.

Pengerahan pucuk pimpinan TNI-Polri ke empat provinsi tersebut menunjukkan pemerintah ingin mempercepat komando dan penanganan karhutla di daerah terdampak.

Prabowo meminta seluruh jajaran bekerja secepat dan seoptimal mungkin agar kebakaran segera dikendalikan dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Presiden menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” katanya.

Selain pemadaman, Presiden juga menaruh perhatian pada dugaan pelanggaran hukum di balik karhutla. Aparat diminta tidak ragu menindak apabila menemukan pelanggaran.

Baca Juga: Asap Karhutla di Kalimantan Mulai Mengancam Negara Tetangga

“Presiden juga meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” bebernya dalam tulisan itu. 

Sehari sebelumnya pengerahan unsur pimpinan TNI-Polri tersebut diperkuat dengan operasi udara. Pada Jumat (21/8/2026) siang, lima pesawat TNI Angkatan Udara kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Lima pesawat tersebut dikerahkan untuk memperkuat 30 armada BNPB yang sebelumnya telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan.

TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat-pesawat tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu menyesuaikan kebutuhan BNPB dan perkembangan situasi di lapangan.

Berdasarkan laporan Kepala BNPB, total 52 pesawat telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Wilayah tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Dari total armada itu, sebanyak 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya dikerahkan di Sumatra. (*)

Editor : Agus Pramono
prabowo ke kalimantan kabut asap kalimantan prabowo cek karhutla karhutla