Menkes: Sekolah Diliburkan atau Tidak, Paparan Asap Karhutla Tetap Mengancam

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:00 WIB
Murid SD di Palangka Raya melaksanakan PJJ, Menkes berbicara soal dampak asap.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos-Antara)
Murid SD di Palangka Raya melaksanakan PJJ, Menkes berbicara soal dampak asap.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos-Antara)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, perlindungan kesehatan bagi masyarakat di tengah kabut asap karhutla tidak hanya bergantung pada keputusan sekolah diliburkan atau tetap dibuka. Sebab, berada di rumah pun masyarakat masih berpotensi terpapar udara tercemar.

Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan lebih dari 5 juta masker ke wilayah terdampak karhutla. Selain itu, bantuan oksigen konsentrator juga dikirimkan untuk membantu masyarakat yang telah mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga: Rekaman Rapat Bocor, Kadisdik Kalteng Ogah Liburkan Anak Sekolah demi Dapur MBG Tetap Ngebul

Budi menegaskan, keputusan terkait penyelenggaraan pendidikan bukan menjadi kewenangannya. Namun, dari sisi kesehatan, perlindungan terhadap paparan partikel berbahaya, khususnya PM2.5, harus menjadi perhatian utama.

“Kalau terpaut dengan pendidikan bukan wewenangnya saya bicara. Tapi kalau masalah kebakaran, kita sudah kirim lebih dari 5 juta masker dan juga oksigen konsentrator. Itu yang dilakukan Kemenkes,” katanya dikutip, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, memindahkan seluruh penduduk dari wilayah terdampak bukanlah langkah yang mudah dilakukan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan penting bagi masyarakat saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang tercemar asap.

“Sekolah maupun tinggal di rumah, sama saja kan? Terkena exposure terhadap udara,” ujarnya.

Kemenkes, lanjut Budi, juga berkoordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan di daerah terdampak. Masyarakat diminta tetap menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan partikel PM2.5.

Baca Juga: Kadisdik Kalteng Klarifikasi soal Mementingkan Program MBG dari pada Keselamatan Siswa

“Yang penting harus pakai masker. Supaya partikel-partikel PM2.5-nya yang bahaya bisa tersedot, itu bisa tersaring. Dan kita sudah bagi lebih dari 5 juta masker, kita drop ke sana,” tegasnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang sudah terdampak atau mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, Kemenkes juga menyiapkan bantuan oksigen melalui pengiriman oksigen konsentrator.

“Kalau yang sudah terkontaminasi atau terkena, ya itu kita bantu dengan bantuan oksigen. Oksigennya kita juga sudah kirim oksigen konsentrator di sana,” katanya. 
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak kesehatan akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.  (*)

Editor : Ayu Oktaviana
kabut asap gangguan kesehatan budi gunadi sadikin karhutla