KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Dugaan keracunan makanan kembali terjadi. Sebanyak 70 pelajar SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kabuh setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) menu udang.
Hingga Kamis (3/9/2026) pukul 11.30 WIB, puluhan siswa telah mendapatkan pemeriksaan. Keluhan yang dialami mayoritas siswa berupa diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung.
Baca Juga: 431 Orang Santri dan Pelajar di Sidoarjo Keracunan Usai Santap MBG
Dokter Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara, mengatakan hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan keracunan. Namun, penyebab pasti keluhan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
“Keluhannya didominasi diare, perut mulas dan melilit, serta nyeri lambung. Berdasarkan pemeriksaan sementara, kemungkinan mengarah pada keracunan,” ujarnya.
Para siswa sebelumnya menerima MBG pada Rabu (2/9/2026). Menu yang dibagikan terdiri atas udang, tahu, dan sayur sawi putih.
Salah satu pelajar yang mengalami keluhan adalah Azura, siswi kelas IX SMPN 1 Kabuh. Ia mengaku mulai merasakan sakit perut, begah, pusing, dan mual setelah menyantap MBG.
Keluhan tersebut mulai dirasakan Azura setelah pulang sekolah. “Perut itu rasanya sakit, tapi begah juga, enggak enak,” katanya.
Baca Juga: Rekaman Rapat Bocor, Kadisdik Kalteng Ogah Liburkan Anak Sekolah demi Dapur MBG Tetap Ngebul
Saat ditanya mengenai makanan yang dikonsumsi, Azura menyebut keluhan muncul setelah menyantap MBG dengan menu udang. “Setelah makan MBG udang,” ujarnya.
Sekolah Data Siswa yang Mengalami Keluhan
Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, mengatakan pihak sekolah mulai menerima laporan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan pada Kamis pagi.
Saat dikonfirmasi, pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap jumlah siswa yang mengalami keluhan. Awalnya, sekolah memperkirakan jumlah siswa terdampak sekitar 50 orang.
“Belum dihitung nanti jumlahnya, ada 50-an paling enggak,” kata Suprihadiono, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: Rocky Gerung hingga Felix Siauw Soroti Pernyataan Kadisdik Kalteng soal Sekolah dan Dapur MBG
Menurutnya, keluhan yang dilaporkan siswa mayoritas berupa diare. Saat itu, belum ada laporan mengenai siswa yang mengalami muntah.
“Mungkin hanya diare-diare. Diare mencret,” ujarnya.
Siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan. Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangonan selaku penyedia MBG untuk SMPN 1 Kabuh.
“Sudah ditangani sama SPPG. Dihubungi klinik-klinik, dibawa ke puskesmas, koordinasi dengan puskesmas,” jelasnya.
Meski puluhan siswa mengalami keluhan setelah menyantap MBG, Suprihadiono menegaskan pihak sekolah belum dapat memastikan makanan tersebut menjadi penyebabnya.
Baca Juga: Profil dan Harta Kekayaan Kadisdik Kalteng M Reza Prabowo yang Viral soal Libur Sekolah dan MBG
Pendataan dan penanganan terhadap siswa masih dilakukan, sementara penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Di tengah penanganan siswa yang mengalami keluhan, distribusi MBG untuk SMPN 1 Kabuh pada Kamis (3/9/2026) belum tiba saat wawancara berlangsung. Biasanya, makanan untuk siswa tiba sekitar pukul 11.00 WIB.
“Belum datang, ini mau datang, masih di jalan,” pungkas Suprihadiono.(*)
Editor : Ayu Oktaviana