Presiden Prabowo Minta Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Dituntaskan

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:31 WIB
Prabowo melaksanakan rapat terbatas bahas karhutla.(Instagram)
Prabowo melaksanakan rapat terbatas bahas karhutla.(Instagram)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kawasan konservasi yang menjadi habitat orangutan sekaligus tujuan wisata mancanegara itu dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni Tinjau Karhutla di Tanjung Puting, Besok Dijadwalkan ke Kotim 

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” kata presiden mengutip Biro Kepresidenan, Selasa (13/10/2026). 

Prabowo menyampaikan terima kasih kepada jajaran aparat dan pejabat daerah yang telah bekerja menangani kebakaran. Ia juga menyinggung persoalan asap yang masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Terkait upaya mengatasi asap, Prabowo menyatakan pemerintah akan meminta masukan dari para ahli. Menurutnya, hujan dapat membantu meredakan kebakaran, tetapi langkah pencegahan harus menjadi strategi utama agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Masalah asap nanti kita minta masukan para profesor kita bagaimana. Tapi saya kira memang benar, ujungnya ya hanya hujan air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah mengumpulkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi dan ahli daerah untuk membahas strategi penanganan karhutla. Dari pembahasan tersebut, pencegahan dan mitigasi hingga tingkat desa menjadi salah satu langkah utama yang perlu dilakukan.

Baca Juga: 47 Orangutan di Yayasan BOS Nyaru Menteng Kena ISPA Dampak Kabut Asap Karhutla

“Langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan presisi, mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” bebernya.

Perhatian terhadap Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) juga penting mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata alam Indonesia bagi wisatawan asing. 

Data tambahan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut menyebutkan sebanyak 247 wisatawan mancanegara berada di kawasan itu pada hari tersebut, sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun berjalan telah mencapai 66.000 orang.

Karhutla di sekitar kawasan konservasi berpotensi menimbulkan dampak terhadap kelestarian lingkungan dan aktivitas pariwisata. Karena itu, pencegahan kebakaran menjadi penting untuk menjaga kawasan Tanjung Puting, habitat satwa liar, serta keberlangsungan kunjungan wisatawan. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) karhutla pariwisata satwa liar