LKALTENGPOS.JAWAPOS.COM- Semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, justru tidak terbaca pada logo Garuda yang terpampang di backdrop acara resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Kejanggalan tersebut terlihat dalam peluncuran program
Transformasi MBG 2.0, Kamis (29/10/2026), dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Alih-alih menampilkan tulisan yang sesuai dengan semboyan negara, pita yang dicengkeram lambang Garuda pada latar panggung memperlihatkan rangkaian karakter yang tidak membentuk kata maupun kalimat yang jelas.
Detail tersebut kemudian menarik perhatian warganet. Sebab, logo yang digunakan merupakan lambang negara yang semestinya ditampilkan dengan benar, terlebih dalam kegiatan resmi lembaga pemerintahan.
Acara peluncuran Transformasi MBG 2.0 sendiri merupakan agenda BGN untuk memperbarui tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembenahan itu diarahkan agar penyaluran makanan kepada masyarakat penerima manfaat berlangsung lebih transparan, aman, dan tepat sasaran.
Namun, tampilan grafis pada backdrop justru menjadi salah satu hal yang ramai disorot publik dalam kegiatan tersebut.
Kesalahan tulisan pada pita Garuda memunculkan dugaan mengenai proses pembuatan desain latar acara. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), khususnya aplikasi pembuat gambar otomatis.
Teknologi pembuat gambar berbasis AI memang dapat menghasilkan visual yang tampak menarik, tetapi terkadang belum mampu menampilkan tulisan secara akurat. Hal ini diduga menjadi salah satu kemungkinan penyebab munculnya karakter acak pada desain tersebut.
Hingga Jumat (30/10/2026) pagi, belum ada penjelasan resmi dari BGN mengenai siapa yang membuat desain backdrop maupun penyebab tulisan pada pita lambang Garuda tersebut menjadi tidak terbaca.
BGN juga belum memberikan keterangan mengenai kejanggalan visual yang muncul dalam acara peluncuran Transformasi MBG 2.0 tersebut. (*)
Editor : Ayu Oktaviana