
PALANGKA RAYA – Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi. UIN Palangka Raya turut mengambil peran dengan mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dipadukan dengan teknologi drone untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Inovasi tersebut ditandai dengan peluncuran Crisis Command Center Kebakaran Hutan dan Lahan UIN Palangka Raya oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, M.Ag., Kamis (20/8).
Pusat kendali ini dikembangkan melalui riset yang dipimpin Jhelang Annovasho, M.Si., bersama tim peneliti UIN Palangka Raya.
Baca Juga: Karhutla Mengancam, 3.000 Lebih Mahasiswa UIN Palangka Raya Digembleng Jadi Garda Lingkungan
Penelitian tersebut memperoleh pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia (MORA The AIR Funds) dengan mengangkat judul Development of AI Camera-Equipped Drone System for Targeted Peatland Fire Control and Disaster Mitigation During Extended Dry Season in Kalimantan.
Jhelang menjelaskan, riset tersebut diarahkan untuk menghasilkan sistem yang mampu mendukung deteksi dini, pemantauan hingga mitigasi karhutla, khususnya terhadap fenomena smouldering atau kebakaran yang berlangsung di bawah permukaan lahan dan sulit dikenali secara visual.
“Teknologi AI dan drone ini kami kembangkan agar dapat membantu mempercepat identifikasi potensi kebakaran, terutama smouldering yang sering kali tidak terlihat secara langsung. Dengan deteksi lebih awal, penanganan diharapkan dapat dilakukan sebelum api berkembang dan meluas,” ujar Jhelang.
Pada tahap pertama penelitian tahun 2026, tim berfokus pada perancangan sistem, pengumpulan dataset dari kasus karhutla nyata serta pelatihan model AI menggunakan metode YOLO (You Only Look Once). Data tersebut digunakan untuk melatih AI agar mampu mengenali indikasi smouldering melalui citra asap yang dihasilkan.
Memasuki tahap kedua, penelitian akan memperkaya dataset melalui pengujian dalam skala laboratorium sekaligus menyempurnakan fungsi drone.
Sistem AI nantinya diintegrasikan dengan edge computer yang dipasang pada drone sehingga pemrosesan data dan pemantauan potensi smouldering maupun kemunculan api dapat dilakukan secara langsung di lapangan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




