FENOMENA pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece semakin marak menjelang peringatan HUT ke-80 RI.
Hal ini juga terjadi di Kota Palangka Raya, massa mengibarkan bendera bajak laut dari anime One Piece di tengah-tengah demo tolak transmigrasi di depan Kantor Gubernur Kalteng, Senin (4/8/2025).
Demo tolak transmigrasi di Kalteng ini diinisiasi oleh Aliansi Dayak Bersatu (ADB) Kalimantan Tengah sebagai bentuk penolakan terhadap program transmigrasi yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat lokal serta berdampak pada keberlanjutan lingkungan.
Aksi ini merupakan hasil keputusan rapat gabungan ADB bersama 15 unsur perwakilan, termasuk organisasi masyarakat, tokoh adat, budayawan, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan institusi terkait.
"Harapannya adalah agar pemerintah benar-benar mendengar aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya warga Dayak, yang selama ini terdampak dari kebijakan transmigrasi," kata Sekretaris Jenderal ADB Kalteng H Siyin D. Rangka.
Seperti diketahui, bendera yang ikonik dengan simbol tengkorak bertopi jerami itu kini dituding sebagai ancaman terhadap persatuan bangsa.
Namun, beberapa pihak menilai fenomena ini sebagai bentuk ekspresi publik ketimbang ancaman politik. (abw)
Editor : Ayu Oktaviana