PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat menjadikan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu prioritas, dengan perhatian menyeluruh mulai dari gedung, fasilitas, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Anak-anak yang bersekolah akan difasilitasi penuh, mulai dari tempat tinggal di asrama, seragam, hingga konsumsi harian.
Untuk makanan bagi siswa akan disuplai oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) terdekat yang berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal ini diungkapkan oleh Koordinator SPPG Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, saat mendampingi tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) RI yang meninjau Sekolah Rakyat di Jalan Iskandar, Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya.
"Arahan dari pimpinan, ini rencana awal, bahwa nanti anak-anak di Sekolah Rakyat akan mendapatkan tiga kali makan dan dua kali snack setiap hari, yang disuplai dari SPPG terdekat. Di Palangka Raya ada 10 SPPG, sementara di Kalimantan Tengah totalnya 24, dengan 16 di antaranya sudah beroperasi penuh," kata Elisa, Kamis (7/8/2025).
Ia menjelaskan, BGN telah membuka kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk pemerataan layanan SPPG. Setiap kabupaten/kota dapat mengusulkan tiga titik lokasi, yang akan dibangun setelah melalui survei kelayakan.
"Kami sudah menerima sekitar 45 usulan dari seluruh kabupaten/kota di Kalteng, saat ini menunggu verifikasi administrasi sebelum pembangunan dimulai," ujarnya.
Selain Pemda, percepatan pembangunan SPPG juga melibatkan TNI dan Polri. Bahkan, Polres Palangka Raya baru saja meluncurkan SPPG sendiri untuk mendukung program ini.
"Target nasional hingga akhir tahun adalah melayani 82 juta penerima manfaat. Saat ini, kita sudah mencapai 8 juta secara nasional. SPPG TNI dan Polri juga tengah mempersiapkan operasional, sebagian bahkan sudah hampir siap, tinggal nanti tahapan administrasi," tutur Elisa.
Sementara perwakilan Kemenkopolhukam RI dalam hal ini melalui Kepala Bidang Wilayah Perbatasan, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Jimmy Romelus Pelupessy, mengatakan sekolah ini akan berkonsep boarding school.
Nanti akan berasrama, lengkap dengan fasilitas belajar, tempat tinggal, seragam, hingga konsumsi harian yang disuplai penuh oleh pemerintah. Yang mana di targetkan menerima 75 anak pada tahap awal, dengan rencana operasional pada September 2025.
"Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di sini mereka akan dibentuk karakternya, belajar hidup bersama, dan mendapat pendidikan formal," ujarnya saat meninjau lokasi.
Jimmy menjelaskan, sistem boarding school dipilih agar pembinaan berjalan maksimal. Mulai dari bangun tidur, beraktivitas, hingga waktu istirahat, siswa akan berada di bawah pengawasan pendamping dan pengasuh. "Harapannya, pembinaan karakter dan pengetahuan dapat lebih terfokus dibanding sekolah reguler," katanya. (mut/ala)
Editor : Agus Pramono