Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Banjir di Kalimantan Tengah Berangsur Surut, Titik Panas di Sejumlah Daerah Meningkat

Agus Pramono • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 12:42 WIB

 

Petugas melakukan pemadaman karhutla.
Petugas melakukan pemadaman karhutla.

PALANGKA RAYA–Meski musim kemarau masih berlangsung, banjir sempat merendam sejumlah desa di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng menyebut genangan tersebut sudah berangsur surut, sementara di sisi lain, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru mengalami peningkatan pada Agustus 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, menjelaskan banjir terjadi di lima desa, yakni Desa Buntoi, Rangan Hiran, Harowo, Masukih, dan Manyoi.

“Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Gunung Mas, banjir hanya lewat saja dan sekarang sudah berangsur surut. Tidak ada daerah lain di Kalteng yang terdampak banjir saat ini,” katanya, Jumat (8/8/2025).

Menurut Alpius, karena air sudah mulai surut, penanganan yang dilakukan BPBD Provinsi dan BPBD setempat lebih difokuskan pada pemantauan kondisi terkini.

Sementara itu, disisi lain, data posko provinsi menunjukkan kejadian karhutla mengalami peningkatan pada awal Agustus. Namun seluruhnya masih bisa dikendalikan karena titik kejadian berada dalam jangkauan posko dan pos lapangan yang bertugas setiap hari.

“Patroli dan sosialisasi terus kami lakukan bersama personel Posko Krisis Karhutla dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di lapangan. Kami mengingatkan masyarakat tentang bahaya dan sanksi pembakaran hutan dan lahan,” ujar Alpius.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Kalteng per 7 Agustus 2025, tercatat 27 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah kabupaten.

Kabupaten Lamandau mencatat jumlah tertinggi, yakni 10 titik, disusul Sukamara 5 titik, Seruyan 4 titik, Katingan dan Kotawaringin Timur masing-masing 2 titik, serta Gunung Mas, Kapuas, dan Pulang Pisau masing-masing 1 titik.

Adapun daerah lain seperti Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur nihil hotspot. Luas area terbakar dari laporan kabupaten/kota masih tercatat nol hektare.

Namun, analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS yang dipadukan dengan data hotspot dan verifikasi lapangan oleh Manggala Agni KLHK menunjukkan akumulasi lahan terbakar hingga Mei 2025 mencapai 146,21 hektare.

Sebanyak 747 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi karhutla, didukung tiga unit helikopter dan satu pesawat modifikasi cuaca (OMC) jika diperlukan. Hingga kini, belum ditemukan dampak kesehatan signifikan akibat kabut asap.

Pemerintah Provinsi Kalteng terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Target kita jelas, Kalteng bebas kabut asap 2025. Upaya pencegahan harus terus ditingkatkan, dan partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilannya,” tegas Alpius. (ovi/ala)

Editor : Agus Pramono
#banjir #kalimantan tengah #titik panas #karhutla #gunung mas