Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Inilah 6 Manfaat Penting Berdirinya Sekolah Rakyat di Palangka Raya Versi Anggota DPRD

Ayu Oktaviana • Jumat, 19 September 2025 | 12:30 WIB
Sejumlah pejabat melihat secara langsung kondisi di tempat belajar Sekolah Rakyat di Jalan Iskandar, Palangka Raya, Rabu (17/9/2025). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS
Sejumlah pejabat melihat secara langsung kondisi di tempat belajar Sekolah Rakyat di Jalan Iskandar, Palangka Raya, Rabu (17/9/2025). ARIEF PRATHAMA/KALTENG POS

PALANGKA RAYA-Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menyambut positif langkah pemerintah bersama elemen masyarakat dalam mendirikan sekolah tersebut.

Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat sangat penting sebagai solusi alternatif agar masyarakat yang kurang mampu tetap memiliki akses pendidikan yang layak.

“Sekolah Rakyat ini hadir bukan sekadar bangunan, melainkan wujud nyata dari komitmen kita untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan hanya karena faktor ekonomi,” ujar Jati kepada Kalteng Pos, Rabu (17/9/2025).

Menurut Jati, keberadaan SR memiliki setidaknya enam manfaat penting. Pertama, pemerataan akses pendidikan bagi warga di daerah sulit dijangkau atau yang kondisi ekonominya terbatas. Kedua, menjadi alternatif sekolah bagi kelompok masyarakat kurang mampu.

Ketiga, fleksibilitas kurikulum yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Keempat, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Kelima, memberdayakan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam proses belajar. Dan keenam, menekan angka putus sekolah.

“Meski fasilitasnya tidak selalu setara dengan sekolah negeri atau swasta, kontribusi Sekolah Rakyat ini sangat besar. Ia bisa menjadi jembatan pendidikan untuk semua, terutama bagi mereka yang sebelumnya hampir tidak punya pilihan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jati juga memberikan masukan agar Sekolah Rakyat dapat berjalan efektif dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan kurikulum yang kontekstual dan fleksibel.

“Kurikulumnya jangan kaku seperti sekolah formal pada umumnya. Materi harus disesuaikan dengan kondisi lokal. Misalnya, kearifan lokal, potensi daerah, hingga keterampilan praktis seperti pertanian, kerajinan, kewirausahaan, bahkan literasi digital,” ucap Legislator Partai Gerindra itu.

Ia menekankan bahwa pendidikan semacam ini akan lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan begitu, lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya bisa membaca dan menulis, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.

“Kalau masyarakat merasa sekolah ini memberi manfaat nyata, mereka pasti akan mendukung penuh keberlangsungan Sekolah Rakyat. Dukungan masyarakat itu penting agar program ini bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Senada dengan Jati, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif mengatakan hadirnya SR ini sangat membantu meningkatkan akses pendidikan untuk masyarakat.

Terutama masyarakat yang putus sekolah yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan namjn terbentur karena keadaan yang tidak mampu, atau faktor-faktor psikologis lainnya.

“Sekolah Rakyat ini sangat membantu meningkatkan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat yang putus sekolah namun ingin melanjutkan jenjang pendidikan tetapi terbentur keadaan yang tidak mampu atau alasan lainnya,” ujar Arif.

Ia menambahkan, keberadaan SR juga akan sangat berpengaruh terhadap upaya menekan angka putus sekolah di Kota Cantik.

“Sekolah Rakyat membuka peluang sebesar-besarnya untuk mengejar pendidikan yang lebih baik. Dengan adanya SR, masyarakat bisa kembali menempuh pendidikan, sehingga tidak ada lagi angka putus sekolah yang terjadi di lingkungan masyarakat,”tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Arif berharap, program SR benar-benar menjadi langkah strategis untuk memajukan kualitas pendidikan di Palangka Raya. Ia juga menekankan pentingnya perluasan penerimaan peserta didik di SR.

“Tahap awal memang hanya menerima 75 murid saja, namun ke depannya saya meminta kepada Dinsos Kota Palangka Raya agar menyosialisasikan SR ke seluruh penjuru kota, baik di pusat maupun daerah pinggiran.

Agar seluruh masyarakat bisa mengetahui dan merasakan dampak positif dari pelaksanaan SR,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa usia tidak boleh menjadi hambatan dalam menempuh pendidikan. Dengan adanya SR, pemuda maupun masyarakat yang sudah tidak berusia sekolah sekalipun tetap memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu.

“Usia tidak menjadi penghalang dalam menempuh pendidikan. Sekolah Rakyat adalah wadah bagi siapa saja, terutama generasi muda, untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih layak,” pungkas Arif. (ham/chi/*rif/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#putus sekolah #jenjang pendidikan #literasi digital #Kota Cantik #kearifan lokal #proses belajar #Taraf Hidup #faktor ekonomi #akses pendidikan #alternatif #Sekolah Rakyat