PALANGKA RAYA –Isu mencuat ke publik jika program cetak sawah di Desa Mintin, Pulang Pisau mangkrak. Beberapa waktu lalu pihak Direktorat Jenderal Lahan Irigasi Pertanian bersama pihak Kejaksaan Tinggi Kalteng meninjau lokasi.
Kajati Kalteng, Agus Sahat ST Lumban Gaol, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan di daerah.
Menurutnya, setiap rupiah yang dikelola pemerintah bersumber dari uang rakyat, sehingga wajib digunakan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Integritas itu harga mati. Jangan pernah ada penggelapan, penyimpangan, atau kolusi. Jika ada yang mencoba bermain proyek, saya tegaskan akan berhadapan dengan hukum. Komitmen saya jelas, tegas, dan tidak bisa ditawar,” ujar Agus saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Program Cetak Sawah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur, Kamis (25/9/2025).
Agus menekankan bahwa pelaksanaan program nasional di bidang pertanian, termasuk cetak sawah dan pembangunan infrastruktur pendukung, harus berjalan dengan kualitas dan keberlanjutan.
Tidak hanya sekadar mengejar laporan administratif, tetapi juga memastikan hasil nyata yang bisa dimanfaatkan langsung oleh petani.
“Lahan harus benar-benar siap tanam, jaringan irigasi harus berfungsi, dan luasannya sesuai dengan ketetapan. Jangan hanya fokus pada laporan di atas kertas. Program ini harus memberikan manfaat riil bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, semua pihak yang terlibat, baik pelaksana maupun pengawas, memiliki tanggung jawab yang sama.
“Pengawas tidak bisa cuci tangan. Laporan harus jujur, terbuka, dan disampaikan secara berkala. Jika ada kendala teknis, cuaca, atau faktor sosial di lapangan, segera komunikasikan, jangan tunggu sampai masalah membesar dan merugikan negara,” katanya.
Kepala Kejati Kalteng menegaskan, setiap penyimpangan yang disengaja, baik berupa penyalahgunaan wewenang, kolusi, maupun praktik korupsi, akan diproses sesuai hukum.
“Kalau ada temuan penyimpangan, jangan berharap bisa lari dari kenyataan. Konsekuensinya jelas, ada sanksi hukum. Itu komitmen saya, dan saya minta komitmen yang sama dari semua pihak di sini,” tekannya.
Agus juga mengingatkan bahwa dirinya tidak akan main proyek, apalagi mencari keuntungan pribadi.
“Kalau ada yang menuduh saya ikut bermain proyek, silakan laporkan. Saya berani berdiri di depan karena komitmen saya adalah mengawal program ini agar benar-benar sampai manfaatnya ke masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus meminta agar semua pihak bekerja dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab. Hambatan yang muncul di lapangan harus segera dikoordinasikan bersama dinas terkait agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Kadang ada kendala yang sifatnya alamiah, seperti cuaca. Itu bukan berarti korupsi, tapi harus segera dilaporkan agar ada solusi bersama. Yang penting jangan ada penyimpangan yang disengaja,” ujarnya.
Tidak lupa, Agus menekankan bahwa seluruh program pembangunan harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, khususnya para petani.
“Jadikan pekerjaan ini bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat. Mari kita bekerja sungguh-sungguh, penuh integritas, dan tepat waktu. Hanya dengan begitu kita bisa memastikan program berhasil dan rakyat benar-benar merasakan manfaatnya,” tandasnya. (zia/ram)
Editor : Agus Pramono