PALANGKA RAYA – Program Sekolah Rakyat yang menjadi gagasan Presiden Prabowo Subianto kini mulai berjalan di berbagai daerah, termasuk di Kota Palangka Raya.
Program yang dijalankan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) ini merupakan upaya pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya Ranny Triayu Sintha mengatakan saat ini proses belajar mengajar di sekolah tersebut sudah berjalan seperti sekolah pada umumnya.
“Anak-anak sudah mulai belajar seperti biasa, hanya saja sebagian masih perlu penyesuaian karena ada yang belum bisa membaca,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (19/10/2025).
Menurut Ranny pelaksanaan Sekolah Rakyat di Palangka Raya menjadi bukti nyata dari perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan dasar anak-anak di wilayah pelosok dan rentan sosial.
Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenyam pendidikan dalam suasana yang aman, nyaman dan mendidik.
“Ada dua anak yang sempat mengundurkan diri karena belum siap dengan sistem berasrama dan tidak bisa jauh dari orang tua, tapi kini sudah ada anak lain yang menggantikan,” ucapnya.
Antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat cukup tinggi. Ranny menyebutkan jumlah pendaftar sebenarnya melebihi kapasitas yang tersedia.
“Yang mendaftar lebih dari 75 anak, namun karena keterbatasan fasilitas, kami baru bisa menampung 75 anak saja,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gagasan Presiden Prabowo tentang pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat benar-benar dibutuhkan masyarakat di lapangan.
Sekolah Rakyat Palangka Raya saat ini memiliki empat kelas aktif, yaitu kelas 1, 3, 4 dan 5. Masing-masing kelas terdiri dari 15 hingga 20 siswa.
Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan humanis sesuai arahan Kemensos agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensi dan kemampuannya.
Tak hanya fokus pada pembelajaran akademik, Sekolah Rakyat juga menyiapkan kegiatan ekstrakurikuler yang akan dimulai minggu depan.
“Ekskul dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu, tujuannya untuk mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan positif,” terang Ranny.
Kegiatan tersebut meliputi Pramuka, Rohani Islam, GFC, seni tari, seni musik tradisional, dan olahraga.
Melalui program ini gagasan Presiden Prabowo tentang pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter mulai diwujudkan di tengah masyarakat.(chi/ram)