PALANGKA RAYA – Antrean panjang terjadi hampir di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Senin (20/10/2025).
Meskipun Pertamina mengklaim stok bahan bakar minyak (BBM) aman, namun banyak spekulasi yang beredar di lapangan yang menyebutkan terlambatnya suplai hingga adanya aktivitas pelangsir.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan BBM dan elpiji berjalan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan Pertamina.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, bersama jajaran manajemen regional dan area.
Tiga SPBU yang menjadi lokasi pantauan ialah SPBU 6473114 di Jalan Tjilik Riwut, SPBU 6473108 di Jalan Imam Bonjol, serta SPBU 6373104 di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo.
Isfahani mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar.
“Alhamdulillah, dari SPBU yang kami kunjungi, proses pelayanan dan persiapan layanan telah dilaksanakan sesuai standar Pertamina. Kami berterima kasih atas dukungan mitra kami yang telah mempersiapkan pelayanan di SPBU dengan baik,” ujarnya.
Pertamina juga menyoroti penerapan pelayanan prima di lapangan, termasuk penerapan 3S (Senyum, Sapa, Salam) oleh operator serta pengaturan antrean yang tertib.
“Kami berharap hal ini juga diterapkan di SPBU lain demi kenyamanan pelanggan, khususnya di Kota Palangka Raya,” tambah Isfahani.
Selain memastikan kelancaran pelayanan BBM, Pertamina juga memantau kesiapan fasilitas umum seperti toilet, musala, dan area parkir agar tetap bersih dan nyaman digunakan. Sejumlah fasilitas fast track juga disediakan untuk mempercepat pelayanan kepada konsumen.
Transformasi digital turut menjadi fokus utama Pertamina.
Seluruh SPBU yang dipantau telah menyediakan layanan pembayaran non-tunai melalui aplikasi MyPertamina dan QRIS.
“Beberapa pompa masih dalam tahap optimalisasi transaksi digital, namun kami terus mendorong agar seluruh SPBU dapat segera menerapkannya secara penuh,” jelas Isfahani.
Dalam pemantauan itu, tim juga memastikan kesiapan pengelolaan gudang LPG dan fasilitas Non Fuel Retail (NFR), serta kepatuhan operator terhadap prosedur operasional standar seperti 14 langkah bongkar BBM. Profesionalisme petugas terlihat dari penggunaan seragam resmi dan name tag sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina dalam memperkuat standar layanan dan transparansi publik.
“Kami ingin memastikan konsumen mendapatkan pengalaman terbaik saat mengisi bahan bakar. Pelayanan yang aman, ramah, dan transparan adalah bentuk komitmen kami untuk terus Energizing Your Journey,” tutup Isfahani. (chi/*rif/ala)
Editor : Ayu Oktaviana