PALANGKA RAYA–Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis data terbaru persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Kalteng per Februari 2025.
Dari catatan tersebut, Kabupaten Seruyan menempati posisi tertinggi dengan angka 7,08 persen dengan penduduk mencapai 16,06 ribu jiwa.
BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Endang menyampikan melalui keterangan resminya data ini merupakan hasil survei yang dilakukan secara menyeluruh di 14 kabupaten/kota. “Persentase penduduk miskin di Seruyan masih yang tertinggi di Kalteng, meski jika dilihat jumlahnya tidak sebesar daerah lain yang lebih padat penduduk,” ujarnya.
Sementara itu, Kabupaten Barito Timur berada di posisi kedua dengan persentase 6,66 persen. Dari total penduduk 663,119 ribu jiwa, angka tersebut menunjukkan bahwa masalah kemiskinan masih cukup signifikan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Murung Raya mencatat persentase 6,58 persen dengan jumlah penduduk 646,759 ribu jiwa. “Angka ini menunjukkan bahwa Murung Raya masih memiliki tantangan besar dalam mengentaskan kemiskinan,” jelas Endang, petugas BPS Kalteng.
Gunung Mas tercatat memiliki angka persentase 5,68 persen atau sekitar 562,332 ribu jiwa, sementara Barito Utara berada dibawahnya dengan persentase 5,67 persen dari total 628,429 ribu jiwa penduduk.
Di lain waktu, Petugas lain BPS Provinsi Kalteng, Fikri Al Katiri menambahkan bahwa data kemiskinan memiliki informasi data terbaru untuk tingkat provinsi yang merujuk pada data angka kemiskinan bulan februari berdasarkan pengambilan data Survei Sosial Ekonomi (Susenas).
“Per 12 September 2025 update data jumlah kemiskinan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tidak mencantumkan data sampai ke kabupaten atau kota,” terangnya, Selasa (28/10/2025).
Di bulan September jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah tertinggi di tempati oleh Kabupaten Kotawaringin Timur dengan jumlah presentase 27,70 persen. Disusul Kabupaten Kapuas sebanyak 20,43 persen dan di urutan ketiga dari Kabupaten Seruyan di angka 15,64 persen.
Fikri menyebut tidak ada perbedaan secara hitungan, hanya pada cakupan sampel lebih kecil dibandingkan dengan data bulan Februari dan estimasi level dalam penyajian data kemiskinan di bulan September.
Pasar penyeimbang jadi kunci
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Lamandau, merupakan hasil kerja keras dari banyak pihak, dan tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
“Tugas kami hanya memastikan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini, tentunya target kita kedepan menekan turun angka kemiskinan di Kabupaten Lamandau,”ujarnya.
Bupati menjelaskan, bahwa banyak hal yang dilakukan pemerintah dalam mempertahankan angka kemiskinan di Kabupaten Lamandau, salah satunya adalah melalui pasar penyeimbang, yakin dengan melakukan intervensi pasar memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat dengan tujuan menekan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Selain itu kita juga meningkatkan SDM kita melalui peningkatan pendidikan, dan yang saat ini sedang kita upayakan adalah melaksanakan pemutihan di daerah kawasan, karena masih banyak lahan warga yang masuk dalam kawasan sehingga warga tidak bisa memanfaatkan lahannya terutama untuk pengurusan legalitas kepemilikan lahan,” jelasnya.(*rif/*afa/ram)