Dalam amanatnya, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menyukseskan kegiatan, khususnya Kodam XXII/Tambun Bungai, Dinas Pendidikan Kalteng, serta para kepala sekolah dan pembina. Ia menilai Persami KKRI menjadi ajang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa kebangsaan.
“Melalui Persami ini, bukan hanya kedisiplinan dan tanggung jawab yang ditempa, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, nilai-nilai falsafah Huma Betang harus terus dijaga sebagai pondasi dalam membangun keharmonisan di tengah perbedaan.
“Dari falsafah Huma Betang, kita belajar untuk hidup rukun, saling menghargai, dan bergotong royong demi kebaikan bersama. Inilah kekuatan yang menjadikan Kalimantan Tengah tetap solid dan damai,” tambahnya.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar terus bersemangat menatap masa depan tanpa kehilangan adab dan karakter.
“Tidak ada yang mustahil jika disertai niat, tekad, dan usaha. Namun, jangan mencari jalan instan. Hasil terbaik selalu datang dari proses dan kerja keras,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.
“Adab adalah dasar dari segala ilmu. Tanpa adab, seseorang mudah kehilangan arah. Jadikan akhlak dan budi pekerti sebagai pegangan hidup,” pesan Gubernur.
Sementara itu, sebelumnya Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menuturkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kodam XXII/Tambun Bungai dan Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan, dengan melibatkan sekitar 3.000 siswa-siswi dari 391 SMA dan SMK se-Kalimantan Tengah. Persami sebagai bagian dari pembinaan karakter dan bela negara.
“Persami KKRI menjadi wadah bagi pelajar untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, disiplin, dan tanggung jawab moral. Di tengah derasnya arus globalisasi, para pelajar perlu memiliki keteguhan sikap dan identitas kebangsaan yang kuat,” kata Pangdam, Sabtu (1/11).
Ia menegaskan, kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kualitas generasi mudanya.
“Kalianlah masa depan negeri ini. Pegang teguh nilai Pancasila, jaga persatuan, dan jadilah pelopor semangat positif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Pangdam juga berharap seluruh peserta mampu menjadi contoh teladan bagi teman sebaya dan masyarakat.
“Tunjukkan perilaku terpuji, hindari pengaruh negatif, dan jadilah penjaga kehormatan diri serta bangsa,” pesannya. (ovi)
Editor : Anisa Bahril Wahdah