PALANGKA RAYA–Universitas Palangka Raya (UPR) menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Kalteng, berhasil mencatatkan capaian akreditasi yang membanggakan.
Dari 63 program studi yang dikelola, sebanyak 16 prodi secara resmi memperoleh akreditasi Unggul, menjadikan UPR sebagai salah satu kampus dengan peningkatan kualitas akademik paling progresif di wilayah Indonesia bagian tengah.
Capaian ini disampaikan langsung oleh Rektor UPR Prof Dr Ir Salampak MS dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-62, yang digelar di lantai II Aula Rahan Gedung Rektorat UPR.
Ia menyebut bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika serta dukungan kuat para alumni dan pengguna lulusan.
“Akreditasi unggul adalah bukti bahwa UPR mampu bersaing pada tingkat nasional. Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah untuk terus menjaga mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat” ujar Salampak, Kamis (27/11/2025).
Rektor menjelaskan, program studi penyumbang akreditasi unggul terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Program Pascasarjana. Ia berharap fakultas lain segera menyusul untuk memperkuat reputasi institusi secara menyeluruh.
“Kami menargetkan dalam waktu dekat jumlah prodi unggul terus bertambah. Bulan ini, salah satu prodi di Fakultas Teknik akan menjalani proses akreditasi. Kita doakan hasil terbaik dapat diperoleh kembali,” harapnya.
Selain pencapaian akreditasi, Prof Salampak menyoroti peningkatan kinerja indikator utama (IKU) UPR yang berada jauh di atas standar nasional. Capaian IKU 3 sebesar 92,45%, IKU 4 mencapai 46,88%, dan IKU 7 berada pada angka 63,37%.
Menurutnya, performa tersebut menjadi bukti bahwa transformasi akademik UPR bergerak ke arah yang tepat. “Kita tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan perubahan itu berdampak langsung pada kualitas lulusan dan reputasi institusi,” katanya.
Di bidang tata kelola, UPR juga terus mencatat kemajuan. Pelaporan PDDikti mencapai tingkat kelengkapan 99,8%, menjadikan UPR masuk dalam jajaran 10 besar nasional untuk tata kelola pelaporan perguruan tinggi.
Secara nasional, UPR kini berada pada peringkat 72 versi Webometrics, sekaligus menjadi PTN dengan posisi terbaik di Kalimantan Tengah untuk tahun berjalan. Kenaikan klaster penelitian menjadi Mandiri turut memperkuat posisi UPR sebagai pusat riset strategis di kawasan ini.
Pencapaian tersebut, menurut Rektor, merupakan fondasi penting bagi pengembangan program pendidikan baru yang sedang disiapkan UPR, termasuk Program Dokter Spesialis Obgyn bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, serta pembukaan S2 Biomedis, Kedokteran Gigi, Kesehatan Masyarakat, dan Profesi Ners.
“UPR menjawab kebutuhan SDM Kalteng. Kita tidak hanya membangun institusi, tetapi membangun masa depan daerah,” ungkapnya.
Prof Salampak juga menyampaikan apresiasi kepada pemprov atas dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, termasuk program Satu Rumah Satu Sarjana. Ia tegaskan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang masih rendah, khususnya di wilayah pedesaan.
“UPR siap menjadi mitra strategis untuk memperluas akses pendidikan hingga ke desa-desa,” ucapnya.
Rektor menutup sambutannya dengan optimisme UPR siap melangkah menuju fase baru sebagai universitas berdaya saing nasional dan regional.
“Capaian 16 Prodi Unggul hanyalah permulaan. Kita akan terus berinovasi, memperkuat karakter, dan memastikan kehadiran UPR benar-benar berdampak bagi masyarakat Kalteng dan Indonesia,” pungkasnya. (hen/ala)
Editor : Ayu Oktaviana