PALANGKA RAYA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan seluruh kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi curah hujan tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember.
Ketua DPD Partai Golkar Kalteng sekaligus Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menegaskan bahwa mitigasi harus diprioritaskan terutama di wilayah rawan longsor seperti Puruk Cahu, Muara Teweh, dan Gunung Mas.
“Kami sudah menyampaikan ke pemerintah kabupaten kota. Instruksi juga datang dari Menteri Dalam Negeri saat rapat virtual dengan para kepala daerah. Diminta agar segera melakukan mitigasi menghadapi cuaca ekstrem hingga Desember,”ujar Edy saat ditemui di Kantor DPD Golkar Kalteng, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, seluruh bupati di wilayah rawan telah memahami langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan. Namun Edy menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, terutama antara pemerintah daerah dan BPBD, agar respons cepat dapat dilakukan ketika terjadi kondisi darurat.
“Curah hujan masih tinggi. Para bupati sudah paham langkah-langkah mitigasinya. Yang penting adalah koordinasi antarsektor, terutama dengan BPBD,” tegasnya.
Terkait kebutuhan anggaran, Edy menjelaskan bahwa penanganan banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya dapat menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT). Selain itu, BPBD juga memiliki anggaran rutin yang dapat digerakkan ketika situasi darurat ditetapkan.
“Anggarannya biasanya melalui BTT. Selain itu, BPBD juga punya dana rutin. Jika status tanggap darurat ditetapkan, dana BTT bisa dipakai,” jelasnya.
Pemprov Kalteng mengingatkan bahwa langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko kerusakan infrastruktur maupun dampak terhadap masyarakat, terlebih pada jalur-jalur utama yang kerap terdampak longsor dan banjir. (*rif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana