PALANGKA RAYA-Arbert Tombak kini resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya.
Dirinya langsung mengemukakan arah kerja strategis yang akan menjadi fokusnya untuk dua tahun masa tugas ke depan.
Ia menegaskan, posisi Sekda bukan hanya peran administratif tetapi motor penggerak konsolidasi kebijakan serta stabilitas pembangunan daerah terutama di tengah tekanan fiskal nasional yang turut berdampak pada Palangka Raya.
Sebagai Sekda baru Arbert menyampaikan prioritas utamanya adalah memastikan seluruh program Wali Kota berjalan lebih terukur, tepat sasaran dan sinergis dengan kebijakan strategis nasional.
Penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan penataan sumber daya manusia menjadi tiga pilar utama yang akan ia dorong secara konsisten.
Tantangan terbesar datang dari pengurangan transfer pusat yang mencapai sekitar Rp253 miliar pada tahun anggaran 2026, sehingga strategi adaptif dan efisiensi menjadi keharusan.
Memperkuat PAD Palangka Raya
“Tugas saya jelas mengamankan dan mendorong pencapaian visi-misi kepala daerah. Di tengah keterbatasan fiskal, kami harus bekerja lebih cerdas, memperkuat PAD dan memastikan setiap program benar-benar memberi dampak,” tegas.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah penajaman telah disiapkan termasuk penguatan data PAD dan evaluasi menyeluruh terhadap sektor-sektor utama penerimaan daerah.
Arbert merinci, penataan reklame akan menjadi langkah awal, mulai dari tarif, regulasi hingga penentuan titik pemasangan.
“Retribusi parkir, UMKM, pengelolaan pasar hingga PBB akan kita evaluasi. Kita ingin tahu potensi sebenarnya dan memastikan tidak ada sumber yang terlewat,” ujarnya.
Selain itu program 100 hari kerja telah dirancang dengan menitikberatkan pada penguatan pasar dan penataan reklame sebagai sumber PAD potensial.
Baca Juga: Pajak Alat Berat dan Pariwisata Dinilai Berat, Pemko Palangka Raya Fokus Kejar Pajak Reklame
Dengan strategi tersebut Sekda optimistis pemerintah daerah mampu tetap stabil, responsif dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika fiskal yang semakin menantang. (chi/ans)
Editor : Ayu Oktaviana