PALANGKA RAYA - Memasuki minggu pertama di bulan Januari 2026, Kalteng menghadapi bencana banjir. Kepala Bidang Kedaruratan BPBPK Kalteng, Alpius, menyampaikan bahwa berdasarkan rekapitulasi data terbaru per tanggal 4 Januari 2026, tercatat ada dua kabupaten utama yang terdampak cukup parah, yakni Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.
Ia menjelaskan bahwa intensitas banjir saat ini telah menyebabkan sebanyak 44.125 jiwa terdampak secara langsung. "Angka ini berasal dari 14.929 kepala keluarga yang tersebar di dua kabupaten utama, yakni Barito Selatan dan Barito Timur," ujarnya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, konsentrasi dampak paling parah berada di Kabupaten Barito Selatan, di mana tercatat 43.530 jiwa tengah berjuang menghadapi genangan air yang mencapai ketinggian hingga 102 centimeter.
"Kondisi di lapangan saat ini sangat dinamis, terutama di Barito Selatan di mana terdapat 14.729 kepala keluarga yang rumahnya terendam," katanya.
Merujuk pada data rekapitulasi lanjutnya, tercatat sebanyak 2.880 unit rumah warga kini telah dimasuki air. Ia menambahkan bahwa bencana ini bukan hanya masalah pemukiman, melainkan juga melumpuhkan aktivitas publik karena terdapat 1.576 fasilitas umum yang ikut terdampak, mulai dari sarana pendidikan hingga kesehatan.
Ia memaparkan bahwa kronologi banjir ini sebenarnya sudah terpantau sejak akhir tahun lalu, tepatnya pada 27 Desember 2025. Namun, hingga update terbaru pada awal Januari ini, debit air di beberapa titik belum menunjukkan tanda-tanda surut yang signifikan.
Oleh karena itu, ia menyampaikan, ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk bersinergi. "Diharapkan masyarakat tetap siaga terhadap potensi kejadian banjir, cuaca ekstrem dan potensi lainnya akibat peningkatan curah hujan, selalu perhatian informasi dari lembaga terkait," pungkasnya. (zia/ala)
Editor : Ayu Oktaviana