PALANGKA RAYA - Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang kerap mengintai pada awal tahun. Hal inu seiring tingginya curah hujan di wilayah Kota Palangka Raya.
Menurut Sri, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan awal tahun merupakan periode rawan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir, terutama di wilayah-wilayah tertentu.
“Berdasarkan data dan pengamatan tahun-tahun sebelumnya, awal tahun sering kali menjadi masa dengan curah hujan yang meningkat di Palangka Raya,” ujarnya, Kamis (8/1).
Ia menyebut kawasan layaknya bantaran sungai, permukiman yang berada di dataran rendah, serta wilayah yang memiliki permasalahan drainase perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Beberapa wilayah seperti daerah pesisir sungai, permukiman di daerah rendah, serta kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal menjadi titik rawan yang harus diantisipasi sejak dini,” tegas Srikandi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Dampak banjir tidak hanya sebatas terganggunya aktivitas masyarakat dan kerusakan harta benda, lanjutnya, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.
Penyebaran penyakit menular, terhambatnya akses transportasi, hingga terganggunya proses pembangunan menjadi risiko lanjutan yang harus diwaspadai.
“Banjir bisa berdampak luas, mulai dari gangguan aktivitas sehari-hari, kerusakan properti, sampai munculnya masalah kesehatan masyarakat. Bahkan akses transportasi dan jalannya pembangunan kota juga bisa terganggu,” jelasnya.
Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui dinas terkait agar segera mengambil langkah-langkah antisipatif.
Upaya tersebut meliputi pengecekan dan pembersihan saluran drainase, pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara rutin, serta kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan banjir.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir di Kota Palangka Raya merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan gerak cepat pemerintah dalam membenahi sistem drainase serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sinergi antara kebijakan pemerintah yang proaktif dan partisipasi aktif warga—terutama dalam tidak membuang sampah ke saluran air serta kesiapan skala keluarga—menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana.
Dengan komunikasi yang kuat antar semua lini, diharapkan potensi banjir dapat diantisipasi secara efektif demi keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat. (ham/ans)
Editor : Ayu Oktaviana