Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kalteng, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai 7–9 Februari 2026

Agus Pramono • Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:28 WIB
Hujan mengguyur Kota Sampit.MIFTAH/KALTENG POS
Hujan mengguyur Kota Sampit.MIFTAH/KALTENG POS

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalimantan Tengah pada periode 7 hingga 9 Februari 2026. 

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di hampir seluruh kabupaten/kota.

BMKG menyebut, kondisi ini dipicu oleh aktivitas Gelombang Kelvin di wilayah Kalimantan Tengah bagian selatan, adanya belokan angin, serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memicu pertumbuhan awan hujan konvektif. 

Didukung kelembaban udara yang tinggi, situasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat diimbau waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang, hingga potensi angin puting beliung,” demikian peringatan BMKG dalam rilis resminya, Sabtu (7/2/2026). 

 

Untuk periode 8 hingga 9 Februari 2026, BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah terdampak cuaca ekstrem. Wilayah yang masuk dalam zona waspada antara lain Kabupaten Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangkaraya.

 

Prakiraan Cuaca Per Wilayah

Pada Minggu (8/2/2026), BMKG memaparkan, sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan petir pada malam hari.

Kuala Kurun dan Kasongan diprakirakan berawan sejak pagi hingga siang, namun hujan petir berpotensi terjadi pada malam hari, dengan suhu berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Tamiang Layang, Muara Teweh, Buntok, dan Kota Palangka Raya sejak siang hingga malam hari.

Suhu udara di wilayah tersebut berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban yang sangat tinggi, bahkan mencapai 99 hingga 100 persen.

 

Untuk wilayah Puruk Cahu, Pangkalan Bun, dan Kuala Pembuang, hujan ringan diprakirakan turun pada siang hari, kemudian cuaca kembali berawan pada malam hingga dini hari. Sedangkan Pulang Pisau dan Kuala Kapuas diprediksi mengalami hujan ringan pada malam hari.

Adapun wilayah Sukamara, Sampit, dan Nanga Bulik diprakirakan didominasi cuaca berawan hingga berawan tebal sepanjang hari, dari pagi hingga dini hari, dengan suhu maksimum mencapai 32 hingga 33 derajat Celsius.

BMKG juga mencatat potensi angin cukup kencang di beberapa wilayah. Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di Kuala Pembuang mencapai 17 km/jam, disusul Sukamara sekitar 15 km/jam. 

Secara umum, kelembaban udara di seluruh wilayah Kalimantan Tengah berada pada kisaran tinggi, yakni antara 58 persen hingga 100 persen.

“Selain hujan lebat dan petir, masyarakat juga perlu waspada terhadap hujan lokal berdurasi singkat yang berpotensi memicu angin puting beliung serta dampak lanjutan seperti banjir, genangan air, longsor, dan pohon tumbang,” tulis BMKG dalam peringatannya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini, meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengantisipasi risiko bencana, terutama bagi wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang selama periode cuaca ekstrem ini. (mif)

Editor : Agus Pramono
#cuaca kalteng hari ini #bmkg #prakiraan cuaca #cuaca hari ini #cuaca akhir pekan