Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Indonesia Pada Awal April, Begini Fakta yang Disampaikan BMKG

Agus Pramono • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:10 WIB

Fenomena Pink Moon
Fenomena Pink Moon

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Fenomena pink moon diprediksi bakal menghiasi langit di Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah, Rabu (1/4/2026) besok. Fenomena itu langsung menjadi buah bibir masyarakat dan warganet. Pasalnya, pink moon dikaitkan dengan bulan yang berwarna merah muda.

Mengacu pada kalender fase bulan yang dirilis situs astronomi Time and Date, puncak fase bulan purnama (Full Moon) diperkirakan jatuh pada 2 April 2026. Fenomena ini sudah mulai dapat disaksikan sejak malam 1 April hingga malam berikutnya sesuai waktu setempat.

Pada umumnya, bulan purnama tampak paling terang setelah matahari terbenam hingga menjelang dini hari. Dalam rentang waktu tersebut, masyarakat di Indonesia berkesempatan melihat Pink Moon muncul dari ufuk timur, kemudian perlahan bergerak ke barat hingga menjelang pagi.

Namun faktanya, meski namany kea terdengar unik, fenomena ini bukan berarti bulan akan tampak berwarna merah muda seperti yang dibayangkan banyak orang.

Prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, Lyla Affifah H, menjelaskan bahwa pink moon hanyalah istilah untuk fase bulan purnama yang terjadi di awal April.

“Pink moon sebenarnya adalah fase bulan purnama, dan warnanya juga tidak pink seperti namanya. Itu hanya sebutan untuk bulan purnama di awal bulan April,” ujarnya saat dikonfirmasi kaltengpos.jawapos.com, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, fenomena ini dapat diamati termasuk di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) selama kondisi cuaca mendukung. Namun, berdasarkan prakiraan cuaca, peluang untuk melihatnya secara jelas cukup terbatas.

“Di Kotim bisa dilihat asal cuaca cerah. Namun pada tanggal tersebut secara umum cuacanya diprakirakan berawan hingga hujan ringan,” jelasnya.

Selain menjadi fenomena langit, fase bulan purnama ini juga berdampak pada kondisi pasang surut air laut. BMKG mengingatkan adanya potensi kenaikan muka air laut yang dapat memicu banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Tengah.

“Fase bulan purnama ini juga akan mempengaruhi tinggi muka laut sehingga berpotensi adanya banjir rob di pesisir Kalteng,” ungkapnya.

Potensi banjir rob tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang waktu 1 hingga 4 April 2026. Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau warga pesisir agar tetap siaga mengingat adanya potensi banjir rob pada tanggal 1 sampai 4 April 2026,” tandasnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, baik dari sisi cuaca maupun fenomena pasang air laut. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#banjir rob #pink moon #Bulan purnama #bmkg #Informasi cuaca terkini #prakiraan cuaca #purnama #BMKG Stasiun Haji Asan Sampit #full moon