PALANGKA RAYA – Program Kartu Rumah Betang yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dinilai sebagai langkah inovatif untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dari tingkat desa.
Baca Juga: Inilah Daftar Job ASN yang Tidak Ikut Kebijakan WFH Tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, dr Linae Victoria Aden, menyebut program tersebut sebagai sebuah terobosan yang memiliki potensi besar, meski dalam pelaksanaannya tidak lepas dari berbagai tantangan.
“Kartu Rumah Betang ini adalah sebuah terobosan dari Bapak Gubernur untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, dimulai dari desa,” katanya, Rabu (1/4/2026).
Ia mengatakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan sasaran penerima manfaat. Proses verifikasi dan validasi data menjadi hal krusial agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Baca Juga: Inilah Gebrakan dr Linae Victoria Aden Usai Dilantik Jadi Pj Sekda Kalteng, Para ASN Wajib Tahum
“Tidak mudah, karena pasti akan banyak tantangan, termasuk memastikan sasaran yang tepat. Tapi kalau tidak dimulai, program ini tidak akan pernah berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses pendataan, ditemukan adanya perubahan kondisi penerima manfaat. Beberapa di antaranya tidak lagi memenuhi kriteria, sementara di sisi lain masih ada masyarakat yang layak namun belum terdata.
“Setelah dilakukan verifikasi dan validasi, ada yang sudah tidak memenuhi syarat, dan itu akan ditindaklanjuti. Sementara yang belum terdata, tentu akan diberikan kesempatan sepanjang memenuhi kriteria yang ditetapkan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pembaruan data secara berkala guna memastikan program ini berjalan adil dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana