PALANGKA RAYA – Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan tantangan global yang kian kompleks, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk tetap optimistis, bekerja disiplin, dan mengutamakan pelayanan publik.
Baca Juga: Di tengah Pemangkasan Anggaran, Pemkab Kotim Resmi Mengangkat 212 Orang Jadi PNS Awal April 2026
Ajakan itu disampaikan saat memimpin apel besar dan halalbihalal 1 Syawal 1447 Hijriah ASN lingkup Pemprov Kalteng Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (31/3/2026).
Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus menjadi titik awal memperkuat kebersamaan, mempererat sinergi, dan menumbuhkan semangat baru dalam membangun daerah.
“Sebagai abdi rakyat dan abdi masyarakat, kita harus terus mengutamakan kepentingan masyarakat. Saya ini hanya komandonya, pemimpinnya. Yang menjalankan roda pelayanan adalah bapak-ibu sekalian,” tegasnya.
Ia mengingatkan, kondisi fiskal daerah saat ini mengalami penurunan signifikan.
Baca Juga: CPNS 2026: Jadwal Resmi Belum Rilis, Ini Bocoran Formasi Prioritas dan Syarat Lengkapnya!
Dari total anggaran sebelumnya sekitar Rp10,4 triliun, kini tersisa sekitar Rp5,3 triliun, dengan belanja modal langsung kurang lebih Rp1,6 triliun.
“Bayangkan, dari sekitar Rp6 triliun belanja langsung, kini tinggal Rp1,6 triliun. Tapi itu tidak boleh mematahkan semangat kita. Kita harus tetap bisa bekerja dan melayani,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak mudah. Selain efisiensi anggaran, situasi global yang memanas turut berdampak pada stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Ratusan PNS Kotim Purna Tugas Pada Tahun 2026, Bupati Kotim Minta Formasi CPNS Ditambah
Karena itu, ASN dituntut bekerja lebih cerdas, inovatif, efektif, dan efisien.
“ASN harus hadir sebagai solusi. Jangan sampai pelayanan publik menurun, terutama sektor yang langsung menyentuh masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial,” katanya.
Gubernur memastikan sejumlah program prioritas tetap berjalan, termasuk bantuan pangan, bantuan tunai, santunan kematian, hingga program sosial lainnya yang menyentuh langsung masyarakat. Ia menegaskan bahwa program pembangunan harus berpihak pada kesejahteraan rakyat dan tidak boleh salah sasaran.
Baca Juga: Kebijakan BBM Full Tank Dinilai Efektif Tekan Konsumsi, Ekonom Soroti Dampak ke APBN dan Gaya Hidup
“Kita pastikan program yang berasal dari uang rakyat benar-benar tepat sasaran. Yang tidak berhak harus ditarik, yang berhak tapi belum menerima harus dipastikan mendapatkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat “Isen Mulang” atau pantang menyerah dalam membangun Kalimantan Tengah menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Untuk menuju Kalteng berkah, Kalteng maju, Kalteng yang sejuk dan terang menuju 2045, kuncinya kebersamaan. NKRI harga mati,” pungkasnya. (ovi)
Editor : Ayu Oktaviana