PALANGKA RAYA – Upaya meningkatkan kesadaran keselamatan di perairan terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui pelatihan dasar Search and Rescue (SAR) air yang digelar bagi para remaja anggota Sebangau Ranger di Dermaga Wisata Kereng Bengkirai, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Borneo Nature Foundation (BNF) dan Basarnas Provinsi Kalimantan Tengah. Pelatihan diikuti sekitar 10 remaja berusia 13 hingga 15 tahun yang tergabung dalam komunitas pecinta lingkungan Sebangau Ranger.
Koordinator kegiatan dari BNF, Fuad Makarim Imran, menjelaskan bahwa pelatihan ini secara khusus diberikan kepada anggota aktif Sebangau Ranger sebagai bekal keselamatan saat beraktivitas di kawasan hutan dan sungai Sebangau.
“Semua peserta adalah anggota aktif Sebangau Ranger. Pelatihan ini penting karena mereka sering beraktivitas di kawasan hutan dan menggunakan transportasi sungai,” ujarnya.
Bekali Remaja Keterampilan Penyelamatan
Fuad menambahkan, tujuan utama pelatihan ini adalah membekali para remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menyelamatkan diri serta menolong orang lain jika terjadi kecelakaan di air.
Materi yang diberikan meliputi pedoman keselamatan di air, teknik penyelamatan diri, penggunaan peralatan keselamatan, hingga proses evakuasi korban tenggelam. Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung di Sungai Sebangau, termasuk teknik mendayung.
“Dalam praktik, seluruh peserta wajib menggunakan jaket pelampung demi keselamatan,” jelasnya.
Instruktur dari Basarnas Kalteng yang berpengalaman turut memberikan materi dan pendampingan selama pelatihan berlangsung. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara BNF dan Basarnas yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya.
Antusias dan Cepat Menyerap Materi
Salah satu instruktur Basarnas Kalteng, Angga Prayoga, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan SAR air sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai.
“Ini sangat baik untuk edukasi pencegahan dini, bagaimana cara menyelamatkan diri dan orang lain jika terjadi musibah di air,” ungkapnya.
Ia juga menilai para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan. Bahkan, sebagian besar materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta dalam waktu singkat.
“Sekitar 85 hingga 90 persen materi bisa mereka tangkap. Mereka sangat antusias,” tambahnya.
Tambah Ilmu dan Pengalaman
Para peserta pun mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Nur Aini (13) mengatakan pelatihan ini memberinya pengetahuan penting untuk menolong korban tenggelam.
“Dengan ikut pelatihan ini, kita jadi tahu cara menyelamatkan orang yang tenggelam,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan M. Daud Jordan, yang telah dua tahun menjadi anggota Sebangau Ranger. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, mulai dari teknik penyelamatan hingga cara menjaga lingkungan.
“Pelatihannya seru, kita diajarkan cara menolong orang di air, baik pakai alat maupun tanpa alat,” katanya.
Remaja yang duduk di bangku kelas 9 SMPN 7 Palangka Raya itu berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena memberikan pengalaman yang tidak didapat di sekolah.
Tingkatkan Keselamatan di Lingkungan Sungai
Melalui pelatihan ini, diharapkan para anggota Sebangau Ranger memiliki kesiapsiagaan saat beraktivitas di lingkungan sungai, sekaligus mampu membantu orang lain dalam kondisi darurat.
“Yang penting mereka paham cara aman saat di sungai, bisa menyelamatkan diri sendiri, bahkan membantu orang lain,” tutup Fuad.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, khususnya bagi remaja yang hidup dan beraktivitas di kawasan perairan seperti Sungai Sebangau.(*)
Editor : Agus Pramono