Survey Sosok Rektor Universitas Palangka Raya yang Diinginkan Mahasiswa: Tak Harus Orang Lokal
rifqi• Selasa, 21 April 2026 | 14:00 WIB
Ketua Tim Survei, Roby Kristyanto menjelaskan grafis data terkait survei figur rektor UPR. Rifqi/Kalteng Pos
PALANGKA RAYA–Menjelang pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) pada Juli 2026. In-depth Politics melakukan survei kepada mahasiswa yang tersebar di delapan fakultas di wilayah kampus.
Dari 1.035 mahasiswa yang menjadi responden, sebanyak 95,32 persen menginginkan figur rektor UPR ke depan adalah berlatar belakang guru besar atau profesor.
Mayoritas mahasiswa menolak anggapan bahwa rektor harus berasal dari daerah lokal.“Sebanyak 88,32 persen responden kurang setuju jika rektor harus berasal dari daerah lokal,” ujarnya.
Meski demikian, kedekatan dengan lingkungan kampus tetap menjadi pertimbangan. Sebanyak 80,45 persen responden menginginkan calon rektor berasal dari internal UPR.
Ketua Tim Survei, Roby Kristyanto menjelaskan, dari hasil temuan menunjukan mayoritas mahasiswa UPR menginginkan figur rektor yang memiliki kombinasi antara integritas moral yang tinggi dan visi kepemimpinan inovatif serta visioner terhadap perubahan, sebagai kualitas personal yang dianggap paling mendasar.
Roby menjelaskan, data menunjukan dominasi angka yang sangat signifikan pada aspek integirtas, dimana 95,10 persen responden menekankan pentingnya rekam jejak bebas KKN dan plagiarisme.
“Pada aspek akademis dimana 95,32 persen responden mengharapkan Rektor berlatar belakang Guru Besar atau Profesor,” terang Roby kepada wartawan di Palangka Raya, Senin (20/4/2026).
Survei yang dilakukan tim In-depth Politics
pada 8–14 Maret 2026 melibatkan 1.035 responden dari delapan fakultas.
Selain itu, aspek integritas dan kapasitas akademik menjadi faktor dominan. Sebanyak 95,10 persen responden menekankan pentingnya rekam jejak yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana juga menjadi sorotan. Sebanyak 78,21 persen responden menilai fasilitas kampus harus menjadi prioritas utama yang dibenahi ke depan.
Kemudian temuan lainnya, mayoritas responden menyatakan bahwa pentingnya figur rektor yang memfasilitasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian, research nasional dan internasional dengan persentase sebesar 70,02 persen. “Mayoritas responden juga menyatakan bahwa pentingnya figur rektor yang memfasilitasi kegiatan hibah yang menjangkau di semua level dosen dan mahasiswa dengan persentase sebesar 72,46 persen,” terang Roby.
Seperti diketahui, pengumuman nama calon rektor dijadwalkan pada Juli 2026, dengan sedikitnya tiga kandidat yang akan melaju ke tahap berikutnya sebelum ditetapkan oleh kementerian terkait. Sejumlah nama seperti Prof. Bhayu Rhama dan Dr. Thea Farina Embang mulai mencuat sebagai kandidat potensial.
Hasil survei ini menunjukkan mahasiswa menginginkan sosok pemimpin kampus yang berintegritas, kuat secara akademik, serta memahami kebutuhan internal kampus tanpa dibatasi faktor kedaerahan. (*)