PALANGKA RAYA-Program cetak sawah di Kalimantan Tengah terus dikebut untuk mendukung target ketahanan pangan nasional. Hingga akhir April 2026, realisasi luas tambah tanam (LTT) diklaim telah melampaui 80 persen dari target bulanan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, mengatakan target cetak sawah pada April dipatok sekitar 34 ribu hektare.
Baca Juga: Kemarau Panjang Mengintai, Pemko Palangka Raya Sudah Aktifkan 21 Pos Lapangan untuk Pantau Karhutla
“Untuk bulan April, capaian sudah di atas 80 persen. Mudah-mudahan bisa tembus hingga 40 ribu hektare,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menyebut progres cetak sawah terus berjalan dan dipantau setiap hari, seiring upaya pemerintah mengejar peningkatan produksi pangan di daerah.
Secara umum, capaian periode tanam Maret hingga Oktober tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meski ada prediksi dampak fenomena El Nino, kondisi di lapangan masih dinilai terkendali.
“Pola tanam masih aman dan bisa dimitigasi,” katanya.
Baca Juga: BMKG Sarankan Petani Pilih Varietas Tahan Kering, Antisipasi Kemarau Panjang
Adapun langkah mitigasi yang dilakukan antara lain menjaga ketersediaan air melalui jaringan irigasi, pompanisasi di wilayah yang kekurangan air, penggunaan varietas tahan kekeringan, serta penyesuaian penggunaan pupuk sesuai kondisi iklim.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga di tengah potensi perubahan cuaca ekstrem.
Program cetak sawah ini sendiri didukung anggaran dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian.
Pemprov Kalteng pun menargetkan percepatan realisasi program ini agar mampu mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.(*)
Editor : Ayu Oktaviana