PALANGKA RAYA – Jemaah haji asal Kalteng yang tergabung dalam Kloter BDJ 05 saat ini mulai menjalani rangkaian ibadah di Kota Madinah, Arab Saudi. Memasuki hari kelima sejak kedatangan, seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan aktif mengikuti berbagai kegiatan ibadah maupun ziarah.
Pembimbing Ibadah Kloter 5 BDJ, Taufikurrahman, mengatakan jemaah saat ini menempati Hotel Dallah Taibah yang berada sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sekitar 200 meter dari kawasan masjid.
“Alhamdulillah memasuki hari ini kondisi jamaah haji Kloter 5 dalam keadaan sehat walafiat. Jamaah juga sudah melaksanakan berbagai aktivitas ibadah di Masjid Nabawi maupun kegiatan ziarah,” ujarnya, Selasa (5/5).
Kloter BDJ 05 sendiri terdiri dari 360 orang, dengan rincian 161 jemaah berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat dan 192 jamaah dari Kota Palangka Raya, serta didampingi tujuh petugas haji.
Selama berada di Madinah, jamaah menjalani aktivitas ibadah harian seperti salat lima waktu di Masjid Nabawi, ziarah ke makam Rasulullah SAW dan makam Baqi, hingga mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah Islam.
"Beberapa tempat yang telah dikunjungi jamaah di antaranya Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Khandaq, serta kebun kurma yang difasilitasi oleh syarikah atau pihak layanan haji di Arab Saudi," tambahnya.
Selain ibadah dan ziarah, jamaah juga mendapatkan penguatan manasik haji di hotel. Pembimbing ibadah memberikan materi terkait tata cara pelaksanaan haji, pentingnya menjaga kesehatan, hingga penjelasan mengenai sejarah tempat-tempat suci yang dikunjungi.
“Untuk memantapkan pemahaman jamaah, sudah dilakukan bimbingan manasik sebanyak dua kali selama di Madinah,” katanya.
Meski kondisi jamaah secara umum baik, cuaca di Madinah menjadi tantangan tersendiri. Pada pagi hari suhu berkisar 27 derajat Celsius, sedangkan siang hari dapat mencapai 37 hingga 38 derajat Celsius.
Data kesehatan Kloter BDJ 05 menunjukkan sebagian besar jamaah masuk kategori risiko tinggi atau risti. "Dari total 360 jamaah dan petugas, tercatat 260 orang merupakan jamaah risiko tinggi, terdiri dari 75 risiko tinggi berat, 58 risiko sedang, dan 127 risiko ringan," sebutnya.
Selain itu, terdapat 96 jamaah berusia 60 tahun ke atas. Sebanyak 10 jamaah juga membutuhkan kursi roda selama pelaksanaan ibadah, sementara empat jamaah memerlukan alat bantu lainnya.
Meski demikian, tim kesehatan dan petugas kloter terus melakukan pendampingan intensif agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.(*)
Editor : Ayu Oktaviana