PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, meminta PT Pertamina Patra Niaga menambah fuel terminal (depo) bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah antrean panjang terulang.
Permintaan itu disampaikan menyusul terjadinya antrean BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir.
“Kalteng ini ada tiga zona yakni barat, tengah dan timur. Zona barat sudah ada dua depo, di Sampit dan Pangkalan Bun. Zona tengah ada di Pulang Pisau, sedangkan zona timur belum ada,” kata Agustiar, Sabtu (9/5/2026).
Menurut gubernur, minimal diperlukan satu tambahan depo di zona timur yang meliputi Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, dan Murung Raya.
Keberadaan depo dinilai penting untuk memperpendek jalur distribusi serta menjaga kestabilan suplai BBM secara berkelanjutan.
Fuel terminal Pertamina merupakan fasilitas penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM dalam skala besar sebelum didistribusikan ke SPBU maupun lembaga penyalur lainnya.
Saat ini, tiga depo yang ada harus melayani 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng. Kondisi tersebut dinilai belum ideal mengingat luas wilayah dan tantangan geografis.
“Posisi depo tidak berimbang dengan jangkauannya. Kami melihat kelangkaan lebih banyak dirasakan di wilayah tengah dan timur,” ujarnya.
Selain penambahan depo, gubernur juga meminta evaluasi kuota distribusi BBM. Ia berharap Pertamina mempertimbangkan luas wilayah, pertumbuhan ekonomi, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kami minta dengan keterbatasan ini, kalau bisa deponya ditambah atau kuotanya ditambah,” tegasnya.
Ia menambahkan, bantuan suplai dari Banjarmasin selama ini hanya bersifat sementara dan tidak bisa menjadi solusi jangka panjang.
Gubernur mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah berkoordinasi untuk mengantisipasi penimbunan maupun praktik penjualan ilegal.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu khawatir. Beli sesuai kebutuhan saja agar distribusi tetap stabil,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng berharap usulan penambahan depo di zona timur dapat segera direalisasikan agar distribusi BBM lebih merata dan antrean panjang tidak kembali terjadi.(*)
Editor : Agus Pramono