KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Sabtu, (16/5/2026).
Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprediksi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Dalam rilis yang dipublikasikan Jumat (15/5/2026), BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan air, tanah longsor hingga pohon tumbang.
“Waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah,” tulis BMKG dalam peringatan dininya.
Prakiraan Cuaca per Wilayah
Di wilayah Sampit, hujan diperkirakan turun sejak pagi hingga siang hari. Pada malam hari cuaca mulai berawan dengan suhu berkisar 24–33 derajat Celsius dan kelembaban udara mencapai 81–99 persen.
Palangka Raya juga diprediksi mengalami hujan pada pagi dan siang hari sebelum berawan pada malam hingga dini hari. Suhu udara berada di kisaran 24–33 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam.
Di Pangkalan Bun, cuaca cenderung cerah berawan pada pagi hari. Namun hujan diprediksi turun saat siang sebelum kembali berawan pada malam hari. Suhu berkisar 24–32 derajat Celsius.
Wilayah Sukamara diperkirakan mengalami pola cuaca serupa. Hujan diprediksi turun pada siang hari dengan suhu 24–32 derajat Celsius dan kelembaban udara cukup tinggi hingga 99 persen.
Sementara itu, Puruk Cahu diprakirakan diguyur hujan hampir sepanjang hari mulai pagi hingga malam dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius.
Kondisi hujan juga diprediksi terjadi di Pulang Pisau, Kuala Kapuas, Muara Teweh, Buntok, Kasongan, hingga Nanga Bulik. Beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
Untuk Kuala Kurun dan Kuala Pembuang, BMKG memprakirakan cuaca relatif lebih cerah pada pagi hari, namun hujan mulai turun memasuki siang hingga sore.
BMKG mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama akhir pekan. Kondisi kelembaban udara yang tinggi serta potensi pertumbuhan awan hujan dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
“Waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” lanjut BMKG.
Masyarakat yang hendak bepergian pada akhir pekan diminta memperhatikan kondisi cuaca terkini, terutama pengendara roda dua dan pengguna transportasi sungai.
Aktivitas luar ruangan juga disarankan dilakukan dengan lebih waspada mengingat potensi petir dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)
Editor : Agus Pramono