Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Gubernur Agustiar Sabran Minta Maaf soal Cat Jalur Biru Memudar, Uang Rakyat Harus Dipertanggungjawabkan

Novia • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:01 WIB
Gubernur Agustiar Sabran soal jalur biru yang jadi perbincangan. Arief Prathama/Kalteng Pos
Gubernur Agustiar Sabran soal jalur biru yang jadi perbincangan. Arief Prathama/Kalteng Pos

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran memastikan penggunaan anggaran daerah akan dipertanggungjawabkan, menyusul memudarnya cat jalur biru yang belum lama dikerjakan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur saat pertemuan dengan insan pers di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa (19/5/2026). 

Baca Juga: Celetukan Gubernur Agustiar Sabran soal Jalur Biru: Mungkin Waktu Bikin Perencanaan Lagi Mabuk

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang terjadi.

“Kami pastikan, sekecil apa pun uang masyarakat, pasti kami pertanggungjawabkan. Sekecil apa pun uang masyarakat, harus tepat sasaran, tepat guna, dan tepat penerima,” tegasnya.

Jalur berbagi ruang yang dicat biru tersebut sebelumnya dibangun Pemerintah Provinsi Kalteng sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan, sekaligus memberi ruang aman bagi pesepeda, pejalan kaki, dan penyandang disabilitas. 

Namun, kondisi cat yang mulai memudar memicu kritik dari masyarakat.

Baca Juga: Polemik Jalur Biru Palangka Raya, Inspektorat Turun Lapangan, Dinas PUPR Akui Kesalahan

Gubernur menegaskan, dirinya adalah pihak yang paling kecewa apabila masyarakat merasa tidak puas terhadap hasil pekerjaan tersebut. Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap langkah harus ditempuh sesuai mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) pemerintahan.

“Kalau masyarakat kecewa, kami lebih kecewa lagi. Tapi kami tidak bisa bertindak di luar prosedur. Ini bukan perusahaan pribadi, ini lembaga publik yang ada SOP-nya,” ujarnya.

Gubernur secara terbuka mengakui adanya kekurangan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Saya akui salah. Saya minta maaf untuk itu,” ucapnya. 

Ia menegaskan tidak akan melempar tanggung jawab kepada jajaran dinas teknis.

Namun, menurutnya, setiap pihak yang terlibat tetap harus memahami dan menerima konsekuensi atas kelalaian yang terjadi.

Baca Juga: Kualitas dan Anggaran Jalur Warna Biru di Palangka Raya Dikritik, Kadis PUPR Kalteng Buka-bukaan

“Saya tidak mau menyalahkan dinas. Saya yang bertanggung jawab. Tapi setiap kesalahan pasti ada konsekuensinya. Ini jadi pelajaran bagi semua agar ke depan lebih baik,” tandasnya.
(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#jalur biru #gubernur kalteng #disabilitas #pejalan kaki #agustiar sabran