Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Visi Misi Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si: Usung Transformasi UPR Menuju PTNBH dan Kampus Berdaya Saing Global

rifqi • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:40 WIB
Prof Liswara Neneng, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UPR.(Rifqi/kaltengpos.jawapos.com)
Prof Liswara Neneng, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UPR.(Rifqi/kaltengpos.jawapos.com)
 
PALANGKA RAYA – Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UPR periode 2026–2030 di Kantor Rektorat UPR, Selasa (26/5/2026).

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Liswara menyampaikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi dan dirinya siap mengikuti tahapan selanjutnya, termasuk pemaparan visi dan misi di hadapan sivitas akademika.

Baca Juga: Inilah Delapan Bakal Calon yang Resmi Mendaftar dan Siap Bertarung di Pemilihan Rektor UPR

“Saya bersyukur karena hari ini semua kelengkapan berkas yang diperlukan sudah bisa kami penuhi dengan baik,” ujarnya.

Sebagai putri asli Kalimantan Tengah, Liswara mengaku optimistis dapat bersaing dalam kontestasi pemilihan rektor. Ia menilai pengalaman dan gagasan yang dibawanya memiliki nilai kompetitif untuk mendorong kemajuan UPR.

“Saya percaya apa yang kami persiapkan mempunyai nilai kompetitif tersendiri dan mampu bersaing dengan calon-calon lainnya,” katanya.

Dalam pencalonannya, Liswara membawa visi besar menjadikan UPR sebagai perguruan tinggi unggul, inovatif, berdampak, dan mampu bertransformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang berdaya saing global.

Menurutnya, UPR tidak bisa hanya berhenti pada status Badan Layanan Umum (BLU), melainkan harus melangkah lebih jauh agar mampu berkembang lebih cepat dan sejajar dengan perguruan tinggi unggulan lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Tari Badayanti Usop, Anak Mantan Rektor yang Maju dalam Pilrek UPR

“UPR tidak cukup hanya berhenti pada status BLU. Kita harus bergerak menuju PTNBH agar mampu berkembang lebih cepat dan bersaing secara global,” tegasnya.

Liswara menjelaskan, salah satu tantangan utama menuju PTNBH adalah peningkatan kualitas dan akreditasi program studi. Saat ini, baru sekitar 30 persen program studi di UPR yang memiliki akreditasi unggul.

Padahal, untuk menuju PTNBH, sedikitnya 60 persen program studi harus terakreditasi unggul.

“Ini menjadi program utama yang akan kami dorong ke depan,” ujarnya.

Selain peningkatan akreditasi, Liswara juga menyoroti pentingnya memperkuat daya saing lulusan agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, penguatan kompetensi mahasiswa, hingga perluasan kerja sama luar negeri.

Ia pun menyiapkan empat program unggulan yang akan menjadi fokus pengembangan kampus apabila dipercaya memimpin UPR.

Baca Juga: Prof Bhayu Rhama Usung “Borneo Impact and Global Recognition” di Pemilihan Rektor UPR 2026

Program pertama adalah peningkatan daya saing global melalui penyesuaian kurikulum dan relevansi program studi dengan kebutuhan zaman. Dalam program ini, Liswara menawarkan konsep “Enrichment Program” yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja, riset, hingga kewirausahaan sebelum lulus.

“Kita tidak menunggu mahasiswa lulus baru siap kerja, tapi sejak kuliah sudah dipersiapkan,” katanya.

Program kedua berfokus pada penguatan inovasi dan dampak universitas melalui revitalisasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta pusat-pusat studi di lingkungan UPR.

Selanjutnya, program ketiga diarahkan untuk mendorong percepatan transformasi menuju PTNBH melalui optimalisasi aset kampus, pengembangan kewirausahaan, dan hilirisasi hasil riset dosen.

“Hilirisasi riset ini masih menjadi area terlemah kita sehingga perlu diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, program terakhir menitikberatkan pada penguatan tata kelola universitas yang berintegritas dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi.

“Siapa yang berkompeten, dia yang menempati posisi itu. Menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat,” pungkasnya. (*)

Editor : Ayu Oktaviana
#liswara neneng #Rektor UPR #upr