PALANGKA RAYA — Poltekkes Kemenkes Palangka Raya melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Orang Tua Melakukan Pijat Bayi (Baby Massage) Untuk Menstimulasi Tumbuh dan Kembang Bayi pada Jumat (29/5) lalu di Posyandu Seruni I, Palangka Raya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Happy Marhalena Simanungkalit, SST., M.Keb dan tim, bersama dengan Siti Farida, STr.Keb, Bdn dan Nanavera, S.Tr.keb dari mitra Puskesmas Pahandut dan kader posyandu. Kegiatan diikuti oleh ibu yang memiliki bayi usia 0-1 tahun sebagai subjek pengabdian di Posyandu Seruni I, dibawah wilayah kerja Puskesmas Pahandut.
"Dalam rangka mendukung penurunan angka kejadian stunting, perlu adanya pemberdayaan pada masyarakat, terutama ibu dalam bentuk intervensi yaitu penerapan pijat pada bayi (baby massage)," kata Heppy.
Berdasarkan penelitian, baby massage yang dilakukan sendiri oleh orang tua (ibu) mempunyai manfaat yang banyak salah satunya ialah menstimulasi tumbuh kembang pada bayi stunting dengan berbagai mekanisme.
"Pijat pada bayi dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan kualitas tidur hingga memperbaiki kualitas tidur, dan memperbaiki fungsi pencernaan. Baby massage juga membantu meningkatkan berat badan dan tinggi badan pada bayi yang terstimulan dengan baik," kata Happy menerangkan.
Selain itu, baby massage juga dapat meningkatkan produksi hormon yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati bayi.
Belum semua ibu yang memiliki bayi mengetahui teknik pijat bayi (baby massage) yang benar dan tepat manfaatnya terhadap bayi.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Poltekkes Kemenkes Palangka Raya ini bertujuan agar sang ibu mampu melakukan pijat bayi (baby massage) secara mandiri dan rutin di rumah. Sehingga tumbuh kembang bayi lebih optimal.
Metode pengabdian masyarakat oleh Poltekkes Kemenkes Palangka Raya ini diselenggarakan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi (baby massage), demonstransi baby massage, praktek baby massage oleh sang ibu yang didampingi tim selama pelatihan berlangsung, serta sharing terkait permasalahan pada bayi.(*)
Editor : Ayu Oktaviana