Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Di Tengah Masifnya Tuntunan Program MBG Dihentikan, GEKIRA Kalteng Minta Jangan Disetop, Inilah Alasannya

Novia • Senin, 15 Juni 2026 | 13:05 WIB
Sekretaris GEKIRA Kalteng, Dr. Ari Yunus Hendrawan soal MBG.
Sekretaris GEKIRA Kalteng, Dr. Ari Yunus Hendrawan soal MBG.

PALANGKA RAYA-Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Kalteng menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program MBG. GEKIRA menilai dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh individu tertentu tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan menekan angka stunting.

Sekretaris GEKIRA Kalteng, Dr. Ari Yunus Hendrawan, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan landasan kepedulian terhadap kondisi generasi muda Indonesia.

Baca Juga: Buka-bukaan BGN Regional Kalteng soal Nasib MBG di Bumi Tambun Bungai

Menurutnya, program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka stunting dan masalah kekurangan gizi yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

“Program ini berangkat dari kepedulian yang mendalam terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Persoalan stunting yang terungkap dalam berbagai survei selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa negara harus hadir secara nyata untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang memadai,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan, dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan oknum dalam pelaksanaan program harus dipandang sebagai tindakan individu yang tidak dapat dibenarkan.

Baca Juga: Viral Video Ompreng MBG Berserakan di Aspal Jalan, BGN Palangka Raya Buka Suara

Menurutnya, setiap bentuk penyalahgunaan kewenangan maupun praktik korupsi wajib diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika benar ada pihak yang menyalahgunakan amanah dalam pelaksanaan program ini, maka itu merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat dan tujuan mulia yang ingin dicapai. Namun kesalahan oknum tidak boleh menghilangkan substansi maupun manfaat besar dari Program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.

Ari menilai, keberadaan program tersebut memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga: BGN Evaluasi SPPG di Kalteng, Soroti Masalah Fasilitas hingga Lonjakan Beban Produksi

Karena itu, seluruh pihak diharapkan mampu membedakan antara tujuan program dengan tindakan individu yang diduga melakukan penyimpangan.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa GEKIRA Kalteng bersama seluruh kadernya berkomitmen mengawal keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis agar tetap berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Ari, secara nasional seluruh jajaran GEKIRA telah menyatakan sikap untuk mendukung dan mengawasi pelaksanaan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama.

“Kami di Kalimantan Tengah siap berada di garis depan untuk mendukung dan mengawal program ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi atau polemik yang terjadi untuk menggagalkan program yang menyangkut masa depan generasi bangsa,” katanya.

Baca Juga: Baru Dilantik sebagai Kepala BGN, Nanik Akan Lakukan Efisiensi Anggaran

Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus tetap dilaksanakan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Program MBG harus tetap berjalan. Ini merupakan langkah nyata untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan hak mereka atas gizi yang baik. Masa depan bangsa tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu,” ujarnya.

Di sisi lain, Ari juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya. Ia menilai pengawasan yang ketat perlu diterapkan sejak tahap perencanaan, distribusi, hingga pelaporan penggunaan anggaran.

sBaca Juga: Bank Kalteng Inisiasi Dukungan Pembiayaan SPPG Program Makan Bergizi Gratis secara Prudent dan Terukur

Menurutnya, penguatan sistem pengawasan menjadi langkah penting untuk menutup celah penyimpangan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program yang menggunakan anggaran negara tersebut.

“Perbaikan tata kelola harus dilakukan secara menyeluruh. Sistem pengawasan yang kuat akan mempersempit ruang bagi praktik-praktik penyalahgunaan kewenangan maupun perilaku mencari keuntungan pribadi dari program yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat,” katanya.

Ari juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan persoalan yang sedang terjadi sebagai alat untuk menyerang atau merusak program yang memiliki tujuan besar bagi kepentingan rakyat.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia merupakan agenda strategis yang harus dijaga bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi penerus bangsa di masa mendatang.

“Kepentingan gizi anak-anak Indonesia adalah kepentingan yang sangat penting dan menyangkut masa depan bangsa. Karena itu, jangan ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan sempit yang justru dapat merugikan masyarakat luas. Kita harus memastikan program ini tetap berjalan dengan baik, bersih, dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#gekira kalteng #program mbg #stunting #Ari Yunus Hendrawan #gizi