KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan pada Selasa (16/6/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, serta angin kencang.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca di berbagai kabupaten/kota Kalteng cenderung didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, beberapa daerah memiliki potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi terutama pada wilayah utara.
Peringatan dini BMKG menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang berpeluang terjadi di Kabupaten Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, serta Kapuas bagian utara.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat muncul secara tiba-tiba dan disertai angin kencang maupun angin puting beliung di wilayah Kalteng.
Untuk wilayah Kotawaringin Timur (Kotim), termasuk Sampit, cuaca diprakirakan cerah berawan pada pagi hari. Hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hari, kemudian kondisi kembali berawan hingga malam. Suhu udara berada pada kisaran 24–33 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 74–99 persen.
Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Palangka Raya, Sukamara, Pangkalan Bun, Kuala Kapuas, Kasongan, hingga Muara Teweh juga berpotensi mengalami hujan ringan pada waktu tertentu dengan suhu rata-rata berkisar 23–33 derajat Celsius.
BMKG juga mencatat kecepatan angin di sejumlah wilayah Kalteng berada pada kisaran 4–13 kilometer per jam. Meski tergolong ringan hingga sedang, masyarakat tetap diminta berhati-hati terutama saat terjadi perubahan cuaca mendadak.
Selain ancaman hujan dan angin, BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun berada di kawasan rawan bencana hidrometeorologi. (*)
Editor : Agus Pramono