PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mulai memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Aman Nusa II.
Sebagai tanda dimulainya operasi tersebut, Polda Kalteng menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: 17 Hari Berjuang, BPBD Kotim Berupaya Memutus Rambatan Api Karhutla Eka Bahurui
Apel dipimpin langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan. Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi karhutla yang dapat mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, apel tersebut digelar untuk memastikan seluruh personel yang terlibat dalam operasi, termasuk sarana dan prasarana pendukung, berada dalam kondisi siap digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Hari ini Polda Kalimantan Tengah menggelar apel kesiapan dalam rangka pencegahan maupun penanganan karhutla. Kegiatan apel ini menandai pelaksanaan Operasi Aman Nusa II. Melalui apel ini, saya ingin memastikan bahwa seluruh personel yang dilibatkan serta sarana dan prasarana yang akan digunakan benar-benar siap untuk melaksanakan tugas,” ujar Iwan.
Kapolda Akui Sarpras Masih Terbatas
Kapolda Kalteng juga mengakui bahwa dukungan sarana dan prasarana yang tersedia saat ini masih memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Asap Kebakaran Lahan Selimuti Kawasan Lingkar Utara Sampit, Karhutla Dekat Bandara Masih Berlangsung
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghambat dalam upaya mencegah dan menangani karhutla. Polda Kalteng akan terus memperkuat koordinasi bersama seluruh instansi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla.
“Kita menyadari sarana dan prasarana yang ada mungkin masih kurang jika dikaitkan dengan situasi di lapangan. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan instansi lain yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla agar kebutuhan yang ada dapat tercukupi,” katanya.
Selain memastikan kesiapan personel dan peralatan, Kapolda meminta seluruh unsur yang tergabung dalam satgas memahami tugas dan fungsinya masing-masing.
Koordinasi antarpersonel dan antarinstansi juga harus diperkuat agar setiap langkah penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif.
Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas
Iwan menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan.
“Saya berharap kita lebih mengedepankan upaya pencegahan. Karena itu, kegiatan pembinaan masyarakat terus dilakukan secara masif dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Polda Kalteng juga terus mendorong jajaran di tingkat kewilayahan untuk aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Selain sosialisasi, upaya deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam Operasi Aman Nusa II. Patroli darat dan udara akan terus ditingkatkan untuk memantau titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran.
Kapolda juga telah menginstruksikan seluruh Kapolres di jajaran Polda Kalteng untuk meningkatkan kegiatan patroli di wilayah masing-masing.
“Patroli akan terus dilakukan secara aktif, termasuk patroli udara. Saya juga telah memerintahkan para Kapolres untuk melaksanakan patroli. Saya berharap seluruh upaya ini mampu mencegah terjadinya karhutla dan memastikan Operasi Aman Nusa II dapat berjalan dengan optimal,” pungkasnya.
Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Kalteng bersama seluruh unsur Satgas Penanganan Karhutla berkomitmen memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Kolaborasi lintas instansi serta keterlibatan masyarakat diharapkan mampu menekan potensi karhutla sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah.(*)
Editor : Ayu Oktaviana