PALANGKA RAYA – Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Farmasi Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di RW 007 Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya,
dengan mengusung tema "Pemberdayaan Keluarga dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Penggunaan Obat Rasional," Selasa (21/7/2026).
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ,Franz June Navirius, M.Farm, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mendukung Program Pahandut Smart Ecovillage, khususnya pilar Smart Healthy.
Program ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mewujudkan Kampung KEREN (Kampung Elok, Rapi, Aman, dan Nyaman) melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan obat rumah tangga yang baik merupakan salah satu kunci dalam menciptakan keluarga yang sehat dan mandiri.
Namun, masih banyak masyarakat yang menyimpan obat tanpa memperhatikan kondisi penyimpanan, menggunakan obat tanpa memahami aturan pakainya, hingga membuang obat kedaluwarsa dengan cara yang tidak tepat.
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan, meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, serta berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Program Studi Farmasi UPR terlebih dahulu melakukan observasi lapangan dan koordinasi dengan Ketua RW serta Ketua RT setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terkait pengelolaan obat di rumah tangga.
Edukasi yang diikuti warga RW 007 Kelurahan Pahandut berlangsung dengan antusias. Materi yang disampaikan berfokus pada penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) sebagai upaya mendorong penggunaan obat secara rasional.
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, menggunakan obat sesuai dosis dan aturan pakai, menyimpan obat berdasarkan karakteristik sediaannya, serta membuang obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan sesuai ketentuan agar tidak membahayakan kesehatan maupun mencemari lingkungan.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan sesi tanya jawab. Warga juga berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan penggunaan obat yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk evaluasi, tim pelaksana melakukan pengukuran tingkat pengetahuan peserta melalui kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat, terutama mengenai pentingnya memeriksa tanggal kedaluwarsa obat, membaca informasi pada kemasan, menyimpan obat sesuai petunjuk, serta membuang obat yang sudah tidak layak pakai dengan cara yang benar.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan literasi masyarakat dalam pengelolaan obat rumah tangga dan penggunaan obat secara rasional.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Farmasi UPR melalui interaksi langsung dengan warga.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kompetensi dalam komunikasi, edukasi, dan pelayanan kefarmasian, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Farmasi UPR berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan obat rumah tangga yang benar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat secara bijaksana, mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat, serta membentuk keluarga yang cerdas dalam mengelola obat.
"Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Farmasi Universitas Palangka Raya dalam mendukung implementasi Program Pahandut Smart Ecovillage, khususnya pilar Smart Healthy, serta Program Kampung KEREN Kota Palangka Raya melalui pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi kefarmasian guna mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan memiliki literasi kesehatan yang semakin baik," pungkasnya.(*)
Editor : Agus Pramono