KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berpotensi diguyur hujan ringan pada Selasa (28/7/2026). Hujan umumnya diprediksi terjadi pada siang hingga sore hari, sementara pagi dan malam didominasi cuaca cerah berawan.
Baca Juga: BMKG Memperkirakan Puncak Musim Kemarau di Kotim Bergeser dari Agustus ke September
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dipublikasikan BMKG pada Senin (27/7/2026), Sampit diprakirakan cerah berawan pada pagi hari, hujan ringan pada siang hari, kemudian kembali cerah berawan pada malam hingga dini hari. Suhu udara berkisar 24–34 derajat Celsius dengan kecepatan angin 15 km/jam dan kelembapan udara 56–97 persen.
Untuk wilayah lain, Tamiang Layang diprakirakan cerah berawan pada pagi, hujan ringan pada siang dan malam, lalu cerah berawan pada dini hari dengan suhu 23–33 derajat Celsius. Sukamara berpotensi hujan ringan pada siang hari, sedangkan pagi, malam, dan dini hari cerah berawan dengan suhu 24–33 derajat Celsius.
Kemudian Puruk Cahu diprediksi mengalami hujan ringan pada siang dan malam hari setelah pagi cerah, sedangkan Pangkalan Bun dan Palangka Raya diprakirakan diguyur hujan ringan saat siang hari sebelum kembali cerah berawan pada malam hingga dini hari. Suhu di kedua daerah tersebut berkisar 24–34 derajat Celsius.
Sementara itu, Nanga Bulik, Muara Teweh, Kuala Pembuang, Kuala Kurun, Kuala Kapuas, Kasongan, dan Buntok juga diprakirakan mengalami hujan ringan, terutama pada siang hari. Khusus Muara Teweh, Kuala Kurun, dan Buntok, hujan diprediksi berlanjut hingga malam hari.
Berbeda dengan daerah lainnya, Pulang Pisau diprakirakan tidak mengalami hujan. BMKG memprediksi wilayah tersebut didominasi cuaca cerah pada pagi hari dan cerah berawan pada siang, malam, hingga dini hari dengan suhu udara 24–32 derajat Celsius.
Secara umum, suhu udara di Kalimantan Tengah diprakirakan berkisar 23–34 derajat Celsius, kelembapan udara 53–100 persen, dengan kecepatan angin antara 7 hingga 24 km/jam. (*)
Editor : Agus Pramono