KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprakirakan menikmati cuaca cerah berawan sepanjang Selasa (4/8/2026). Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh kabupaten dan kota di Bumi Tambun Bungai tidak berpotensi diguyur hujan.
Cuaca terik itu juga disertau suhu udara yang cukup tinggi. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi tersebut sejalan dengan dominasi musim kemarau yang tengah berlangsung di Kalteng.
Wilayah yang diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan sejak pagi hingga dini hari meliputi Sampit, Palangka Raya, Pangkalan Bun, Pulang Pisau, Kasongan, Kuala Kapuas, Kuala Kurun, Puruk Cahu, Buntok, Muara Teweh, Tamiang Layang, Kuala Pembuang, dan Nanga Bulik. Sementara Sukamara diprediksi sedikit berbeda karena berpotensi berawan pada dini hari.
BMKG memperkirakan suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius terjadi di sejumlah daerah, yakni Sampit, Palangka Raya, Pangkalan Bun, Pulang Pisau, Kasongan, Kuala Kapuas, Buntok, dan Nanga Bulik.
Adapun suhu maksimum di Muara Teweh, Kuala Kurun, Tamiang Layang, serta Sukamara berada di kisaran 33 derajat Celsius, sedangkan Puruk Cahu sekitar 32 derajat Celsius dan Kuala Pembuang 31 derajat Celsius.
Kecepatan angin diprakirakan berkisar 6 hingga 20 kilometer per jam. Angin paling kencang berpotensi terjadi di Kuala Pembuang dengan kecepatan mencapai 20 kilometer per jam, disusul Sukamara dan Sampit sekitar 16 kilometer per jam. Wilayah lainnya umumnya mengalami angin berkecepatan 7 hingga 14 kilometer per jam.
Kelembapan udara juga cukup bervariasi, mulai dari 43 hingga 98 persen. Tingkat kelembapan tertinggi diprakirakan terjadi di Kuala Kurun, Nanga Bulik, Puruk Cahu, Pulang Pisau, Tamiang Layang, dan Palangka Raya, terutama pada malam hingga dini hari.
Secara umum, BMKG juga menyebut kondisi cuaca Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan masih didominasi cerah berawan hingga berawan.
Masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi cuaca lokal yang dapat berubah dalam waktu singkat, terutama akibat pemanasan permukaan pada siang hingga sore hari, meski peluang hujan lebat secara umum relatif kecil. (*)
Editor : Agus Pramono