2.200 MPA Dikerahkan Menanggulangi Karhutla Kalteng, Perusahaan Sawit Perkuat Sinergi Pemadaman

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam saat mengecek alat perlindungan diri yang digunakan oleh tim MPA.(Dok perusahaan)
Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam saat mengecek alat perlindungan diri yang digunakan oleh tim MPA.(Dok perusahaan)

PALANGKA RAYA – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperkuat. Pemerintah daerah bersama masyarakat dan perusahaan perkebunan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalteng mengerahkan sekitar 2.200 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di bawah koordinasi 18 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalteng. 

Baca Juga: Karhutla Tumbang Nusa Kembali Berulang, Walhi Soroti Gambut Kering dan Aktivitas Perusahaan

Ribuan personel tersebut disiagakan untuk memperkuat patroli, deteksi dini, pencegahan hingga membantu penanganan awal ketika ditemukan titik api.

Kepala Dishut Kalteng H Agustan Saining mengatakan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan karena sejumlah wilayah masih menghadapi ancaman karhutla, khususnya saat memasuki puncak musim kemarau.

“Fokus kami sekarang adalah pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di Kalimantan Tengah,” kata Agustan, Rabu (5/8/2026).

Menurut Agustan, wilayah yang menjadi perhatian saat ini antara lain Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Titik-titik kebakaran masih ditemukan sehingga patroli dan deteksi dini terus dilakukan.

Baca Juga: Pria di Sampit Ditangkap Polisi Usai Kedapatan 2 Kali Diduga Bakar Lahan

“Sekarang ini banyak terjadi di wilayah Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Sampit. Karena itu seluruh jajaran kami terus bergerak bersama Masyarakat Peduli Api untuk melakukan patroli, deteksi dini, sekaligus membantu pemadaman apabila ditemukan titik api,” ujarnya.

150 Regu MPA Disiagakan

Agustan menjelaskan, MPA binaan Dishut Kalteng tersebar di 18 KPH dan terbagi dalam sekitar 150 regu. Setiap regu beranggotakan sedikitnya 15 orang yang telah dibekali kemampuan dasar dalam melakukan pencegahan, patroli, hingga penanganan awal karhutla.

“Kurang lebih ada 150 regu MPA dengan masing-masing regu beranggotakan 15 orang atau lebih. Mereka menjadi garda terdepan bersama petugas kehutanan dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran,” jelasnya.

Penguatan masyarakat menjadi bagian penting karena penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran dinilai penting untuk mempercepat informasi ketika muncul titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Baca Juga: Kabut Asap di Sampit Bisa Terjadi Berulang Setiap Pagi

BGA Group Perkuat Kesiapsiagaan di Pundu, Kotawaringin dan Mentaya

Selain pemerintah dan masyarakat, perusahaan perkebunan juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. BGA Group meningkatkan benteng pencegahan di wilayah Pundu, Kotawaringin, dan Mentaya melalui kolaborasi dengan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Forkopimcam, serta tim pemadam kebakaran perusahaan.
Dengan cakupan operasional sekitar 184.000 hektare, yang terdiri atas 66 persen kebun inti dan 34 persen kebun plasma, kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.

BGA Group juga memiliki lebih dari 30.000 personel serta beraktivitas berdampingan dengan ribuan masyarakat sekitar. Kondisi tersebut membuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan kebakaran.

Baca Juga: Dilema BPBD Kotim Ketika Karhutla Meluas: Distribusi Air Bersih atau Pemadaman

Kesiapsiagaan yang dilakukan tidak hanya sebatas agenda tahunan. Perusahaan memperkuat koordinasi lapangan, kesiapan personel, pengecekan sarana pemadaman, serta peningkatan kapasitas tim tanggap darurat bersama pemangku kepentingan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BGA Group menjalankan operasional perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Regional Head BGA Lavin Dwi Saputra mengatakan, pada 2025 BGA mencatat produksi 1,25 juta ton crude palm oil (CPO) dari pengolahan 5,65 juta ton tandan buah segar (TBS).

Produksi tersebut berasal dari 39 persen kebun inti, 21 persen kebun plasma, dan 39 persen petani swadaya. Nilai penjualan mencapai Rp19,95 triliun, dengan seluruh produk terserap pasar dalam negeri.

Untuk menjaga keberlanjutan operasional, BGA tidak hanya memperkuat kesiapan internal, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui program Desa Bebas Api dan pembentukan MPA.

PT GAP Turunkan 70 Personel dan Peralatan Pemadam

Upaya serupa dilakukan PT Globalindo Alam Perkasa (GAP). Perusahaan yang berada di bawah naungan Musim Mas Group tersebut memperkuat penanggulangan karhutla melalui pemadaman di lapangan sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: 17 Hari Berjuang, BPBD Kotim Berupaya Memutus Rambatan Api Karhutla Eka Bahurui

Salah satunya melalui sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya karhutla sekaligus mendorong keterlibatan bersama dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

General Manager Musim Mas Group Regional Kalimantan Tengah Rusli Salim mengapresiasi Pemerintah Desa Soren yang mendukung kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Soren yang telah menyambut kami dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini,” kata Rusli Salim.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah karhutla. Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan semua unsur karena api dapat menyebar dengan cepat, terutama pada kondisi lahan yang kering.

Dalam beberapa hari terakhir, manajemen PT GAP bersama tim pemadam kebakaran perusahaan bahkan melakukan upaya pemadaman hampir 24 jam nonstop untuk membantu menangani kebakaran lahan di Desa Soren.

Baca Juga: Enam Desa Pesisir Kotim Mulai Krisis Air Bersih, Kebutuhan Capai 240 Ribu Liter per Pekan

Setiap hari, perusahaan mengerahkan sekitar 70 personel dengan dukungan empat unit mobil pemadam kebakaran, sembilan mesin alkon, dan empat unit ekskavator.

Karhutla Butuh Gerakan Bersama

Kesiapsiagaan Dishut Kalteng, ribuan personel MPA, perusahaan perkebunan, aparat, pemerintah desa, hingga masyarakat menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan gerakan bersama.

Baca Juga: Wilayah Pesisir Kotim Rawan Diare di Musim Kemarau Panjang, Dinas Kesehatan Beberkan Penyebabnya

Patroli dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menemukan titik api sebelum membesar. Namun, upaya tersebut harus diikuti edukasi masyarakat, kesiapan peralatan, respons cepat di lapangan, serta koordinasi lintas sektor.

Dengan ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, aparat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar kebakaran dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin.

Semakin cepat informasi diterima dan semakin cepat tim bergerak, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
agustan saining karhutla dishut kalteng