Satintelkam Polresta Palangka Raya Minta Dewan Tani Merdeka Aktif Edukasi Buka Lahan Tanpa Bakar

Agus Pramono • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Anggota Satintelkam Polresta Palangka Raya bersama Dewan Tani Merdeka
Anggota Satintelkam Polresta Palangka Raya bersama Dewan Tani Merdeka

 

PALANGKA RAYA – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penindakan.

Kesadaran serta keterlibatan masyarakat, khususnya petani yang berada di wilayah rawan karhutla, menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.

Melihat kondisi tersebut, Satintelkam Polresta Palangka Raya mendorong peningkatan peran aktif Dewan Tani Merdeka sebagai mitra masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai pengelolaan lahan ramah lingkungan serta penerapan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB).

Baca Juga: Sinergi Satintelkam Polresta Palangka Raya dan Dewan Tani Merdeka Dorong Buka Lahan Ramah Lingkungan

Langkah ini dinilai strategis karena petani berada di garis depan dalam pengelolaan lahan.

Dengan memberikan pengetahuan sekaligus solusi yang mudah diterapkan, masyarakat diharapkan tidak lagi menjadikan pembakaran sebagai pilihan utama dalam membuka lahan.

Petani Didorong Jadi Bagian dari Solusi

Edukasi PLTB tidak sebatas menyampaikan larangan membakar lahan. Petani juga perlu diberikan alternatif yang realistis sesuai kondisi di lapangan.

Dewan Tani Merdeka diharapkan mampu mengambil peran sebagai penggerak di tingkat masyarakat dengan memperkenalkan berbagai metode pengelolaan lahan tanpa bakar, termasuk pemanfaatan sisa tanaman dan bahan organik untuk kompos, mulsa maupun kebutuhan pertanian lainnya.

Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang agar limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas pertanian.

Perkuat Sinergi Aparat dan Kelompok Tani

Peran Satintelkam dalam upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mendorong komunikasi dan koordinasi dengan kelompok masyarakat untuk mendeteksi potensi permasalahan sejak dini.

Melalui sinergi dengan Dewan Tani Merdeka, informasi mengenai kondisi lahan, kendala petani serta potensi munculnya titik rawan kebakaran dapat dihimpun lebih cepat.

Baca Juga: SLPG Belajar Mengelola Lahan Tanpa Bakar

Dengan demikian, langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi karhutla.

Pola pendekatan persuasif ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa menjaga lahan dari kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Petani bukan hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi ditempatkan sebagai bagian utama dari solusi pencegahan karhutla.

 

PLTB Jadi Pilihan Berkelanjutan

Pembukaan lahan tanpa bakar menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan tata kelola pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Selain mengurangi risiko kebakaran, metode tersebut juga dapat membantu menjaga kualitas tanah dan mengurangi dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi.

Satintelkam Polresta Palangka Raya mendorong agar edukasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata.

Pendampingan serta pertukaran informasi antara petani, Dewan Tani Merdeka, pemerintah dan aparat perlu terus diperkuat.

Dengan pendekatan edukasi, pendampingan, deteksi dini dan penyediaan solusi alternatif, pencegahan karhutla diharapkan dapat dimulai dari tingkat paling bawah, yakni dari cara masyarakat mengelola lahannya.

Sinergi tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan pertanian yang produktif sekaligus menjaga lingkungan.

Sebab, mencegah karhutla bukan hanya soal memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi bagaimana memastikan api tidak perlu dinyalakan sejak awal.(*)

Editor : Agus Pramono
buka lahan tanpa bakar satintelkam polresta dewan tani merdeka karhutla