Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palangka Raya Bagikan Masker dan Siapkan Oksigen untuk Warga

Dea Umilati • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Petugas dari Dinkes Palangka Raya membagikan masker kepada pengguna jalan di tengah kondisi kabut asap yang makin pekat.(Dea/Kalteng Pos)
Petugas dari Dinkes Palangka Raya membagikan masker kepada pengguna jalan di tengah kondisi kabut asap yang makin pekat.(Dea/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat, terutama kelompok rentan yang beraktivitas maupun melintas di tengah kondisi udara yang pekat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, pembagian masker dilakukan karena kondisi udara pada Selasa (18/8/2026) pagi terlihat cukup pekat. Untuk tahap awal, petugas menyasar masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Besar.

Baca Juga: Kabut Asap Menyengat, Ini Empat Langkah Sederhana untuk Lindungi Kesehatan

“Pagi ini kami membagikan masker untuk warga yang melewati bundaran. Sehubungan pagi tadi udaranya agak pekat, sehingga kami dari Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan membagikan masker bagi masyarakat yang melewati bundaran,” kata Riduan.

Dinkes Palangka Raya menyiapkan sekitar 50 kotak masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Pembagian tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan terus dilaksanakan dengan menyasar sejumlah titik yang berbeda.

Langkah ini sejalan dengan kondisi kualitas udara di Kalteng yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren mengkhawatirkan. 
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah periode 9–17 Agustus 2026, dari 23 pencatatan kualitas udara di sejumlah kabupaten/kota, sebanyak 20 pencatatan masuk kategori Tidak Sehat, sedangkan tiga lainnya berada dalam kategori Sedang.

Parameter kritis yang paling dominan adalah partikulat PM2,5, yang tercatat menjadi parameter utama pada hampir seluruh pemantauan. Kondisi tersebut menunjukkan paparan partikel debu halus menjadi salah satu persoalan utama kualitas udara di sejumlah wilayah Kalteng.

Baca Juga: Kabut Asap di Palangka Raya Makin Pekat, Pemko Siap Tambah Personel Penanganan Karhutla

Nilai ISPU tertinggi dalam periode tersebut bahkan mencapai 175 di Kecamatan Kasongan, Kabupaten Katingan, pada 9 Agustus. 

Kondisi serupa kembali terjadi pada 17 Agustus, ketika ISPU di Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya mencapai 174, disusul Kasongan, Katingan dengan nilai 173. Ketiganya berada dalam kategori Tidak Sehat.

Sementara itu, Palangka Raya juga beberapa kali masuk dalam daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk. Di Kecamatan Jekan Raya, nilai ISPU tercatat 100 pada 9 Agustus, kemudian meningkat menjadi 105 pada 12 Agustus, 113 pada 13 Agustus, dan 110 pada 14 Agustus. 

Pada pencatatan tersebut, parameter kritis didominasi PM2,5 dan berada dalam kategori Tidak Sehat, kecuali pada 9 Agustus yang tercatat Sedang.

Data tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kualitas udara bukan hanya terjadi sesaat. Selama periode sembilan hari pemantauan, kategori Tidak Sehat mendominasi pencatatan di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Merah Putih Berkibar di Lokasi Karhutla,Relawan Palangka Raya Minta Pemerintah Pusat Lebih Perhatian

Riduan mengatakan, pembagian masker akan diprioritaskan kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan terdampak buruknya kualitas udara. Mereka antara lain anak-anak sekolah, ibu hamil dan lanjut usia.

“Yang jelas ada tiga kelompok rentan, anak sekolah SD, SMP, SMA. Kemudian ibu hamil, kemudian lansia. Itu kita bagikan masker, terutama mereka yang berobat di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu,” ujarnya.

Untuk lokasi pembagian, Dinkes tidak menetapkan satu titik secara permanen. Petugas akan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya agar pembagian dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Untuk lokasi akan kita pindah-pindah. Hari ini pagi kita melaksanakan di Bundaran Besar. Mungkin nanti sore di Bundaran Kecil akan kita bagikan. Dan seterusnya akan kita lakukan berpindah-pindah tempat,” jelasnya.

Terkait kondisi udara di Palangka Raya pada Selasa pagi, Riduan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengukuran untuk memastikan nilai kualitas udara secara spesifik.

Baca Juga: Superman Muncul di Tengah Karhutla Palangka Raya, Ada Kisah Sedih Melekat Diingatan Rudiyansah 

Namun, secara kasat mata, kondisi asap yang cukup pekat membuat langkah antisipasi tetap diperlukan. Dinkes berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengurangi konsentrasi asap.

“Yang pertama, kami berharap hujan segera turun. Yang kedua, kami tetap mengantisipasi, salah satunya dengan membagikan masker. Kemudian kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan juga akan kami tingkatkan,” katanya.

Menurut Riduan, kesiapsiagaan tersebut penting mengingat paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya pada masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Paparan asap paling umum dikaitkan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, masyarakat dengan riwayat asma juga diminta lebih waspada karena kualitas udara yang buruk dapat memicu kekambuhan dan memperberat gangguan pernapasan.

“Yang jelas asap biasanya ISPA. Yang kedua, mereka yang asma mungkin kambuh. Nah, bagi penderita asma, sesegera mungkin berobat,” tegasnya.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Menghambat Distribusi Air Bersih ke Wilayah Selatan Kotim

Untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan pernapasan, Dinkes Palangka Raya juga telah menyiapkan fasilitas oksigen di puskesmas. Sebanyak lima tabung oksigen di setiap puskesmas telah disiapkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan pelayanan kesehatan.

“Kalau nantinya ada warga yang sesak, bisa datang ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemberian oksigen. Itu gratis,” ujarnya.
Meski kualitas udara di sejumlah wilayah Kalteng menunjukkan kondisi tidak sehat, Riduan memastikan hingga Senin belum ada laporan warga meninggal dunia akibat dampak asap di Palangka Raya.
“Sementara sampai kemarin belum ada (kasus meninggal). Karena kasusnya ISPA ringan saja,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
kabut asap dinkes palangka raya ispa karhutla fasilitas kesehatan