Napas Warga Palangka Raya Sesak oleh Kabut Asap, Bapenda Malah Razia Pajak, Auto Dikritik Netizen

Agus Pramono • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:03 WIB
Razia atau penertiban Pajak Kendaraan dilakukan Bapenda di Tengah Kabut Asap.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Razia atau penertiban Pajak Kendaraan dilakukan Bapenda di Tengah Kabut Asap.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

 
PALANGKA RAYA- Kebijakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalteng bersama Kota Palangka Raya yang menggelar penertiban pajak kendaraan bermotor di tengah bencana kabut asap menuai kritik dari masyarakat.

Razia yang digelar pada Rabu (19/8/2026) di Jalan Garuda, Kota Palangka Raya sekitar pukul 10.00 Wib.

Pantauan kaltengpos.jawapos.com, petugas UPT Samsat Palangka Raya, Ditlantas Polda Kalteng, Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya juga terlibat dalam razia itu.

Kegiatan itu dinilai tidak tepat waktu karena bersamaan dengan kondisi warga yang sedang sesak napas lantaran akibat kabut asap pekat.

Baca Juga: Puluhan Kendaraan Menunggak Pajak Terjaring Razia di Palangka Raya 

Namun, selain razia, petugas juga membagikan masker kepada pengendara yang melintas setelah pemeriksaan surat menyurat selesai. 

Kritikan tersebut ramai disuarakan warganet atau netizen di media sosial.

Banyak yang mempertanyakan urgensi razia di tengah situasi darurat.

Kaltengpos.jawapos.com menampilkan beberapa komentar-komentar dari akun Instagram Jawaposkalteng dan alexsa.record. Berikut isinya:


@manjasad
"Otaknya pada dimana??"

@dharmasrinanda22
"otak mana otakk mannnnnaaaa..."

@iaamm_tabutii
"Udah jatoh, ketimpa tangga, dilindes traktor .. Sehat sehat WNI, KALIAN MANUSIA MANUSIA KUAT"

@adi_triana07
"Lebih penting pajak daripada nyawa manusia disana ya?"

@majid_vincent_
"Bayar pajak buat apa bang? Buat ngasih" [komentar terpotong]

@m.kheronizar
"Gini amatt yaa"

@ika_bun
"Kx bisa kepikiran ya wong rakyatnya lagi kesusahan,,,"

@muhammadtaufiks_
"Razia pajak di tengah kondisi masyarakat yang sedang terdampak seperti sekarang rasanya kurang tepat dan kurang berempati. Harusnya bisa meringankan kesulitan masyarakat, bukan justru menambah beban mereka"

@eka.estherlina
"Jangan menyiksa masyarakat, sudah BBM langka, kabut asap, tpp dpotong nasib!!"

@lia.azmii
"MASYARAKAT BERHAK TIDAK BAYAR PAJAK JIKA PEMERINTAH TIDAK BISA MEMBERANTAS KORUPSI"

@anjas_bungaz
"SPBU antre, kabut asap pekat, PLN pemamadam bergilir masih sempat aja razia pajak LIWAR"

@seorang_pemancing
"bayar pajak di persulit harus ada KTP asli lah harus ada surat kuasa lah, giliran gak di bayar di tilang"

Di sisi lain, ada juga dukungan terhadap penegakan aturan.

@infojkt24
"Pajak harga mati harus bayar"

Baca Juga: Genjot PAD, Bapenda Gelar Razia di Palangka Raya,Tunggakan Sampai Rp 13 Juta dari 235 Kendaraan Terjaring

.
.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bapenda terkait pelaksanaan razia pajak di tengah bencana kabut asap yang melanda Kalimantan Tengah. 

Dalam kesempatan razia-razia pajak yang digelar sebelum-sebelumnya, Bapenda menyebut jika apa yang dilakukan adalah langkah jemput bola dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor lewat operasi gabungan penertiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kegiatan ini  dihadirkan untuk mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.(*)

Editor : Agus Pramono
razia saat kabut asap razia pajak palangka raya kabut asap Razia Pajak Kendaraan Bapenda Kalteng