Kapolda Kalteng: 5 Daerah Jadi Perhatian, Penanganan Karhutla Tahun Ini Relatif Lebih Efektif

Agus Pramono • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Kapolda Kalteng cek anggota di lokasi karhutla sekaligus coba ikut padamkan api.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Kapolda Kalteng cek anggota di lokasi karhutla sekaligus coba ikut padamkan api.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

PALANGKA RAYA– Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) diperintahkan segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

 Upaya penanganan diperkuat melalui Operasi Aman Nusa II dengan mengedepankan pencegahan dan sinergi lintas instansi.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, penanganan karhutla tahun ini mendapat dukungan pemerintah pusat. Presiden juga memberikan dukungan dengan mengirimkan sejumlah peralatan untuk membantu proses pemadaman di wilayah Kalteng.

Baca Juga: Karhutla Kalteng: 51 Kasus Pembakaran Diselidiki, 13 Tersangka dan 4 Korporasi Didalami

“Polda Kalteng diperintahkan segera menuntaskan karhutla di Kalteng. Presiden mendukung dengan mengirim alat-alat untuk membantu pemadaman kebakaran,” kata Iwan saat meninjau personel yang melakukan pemadaman karhutla di Jalan Raflesia, Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Kapolda Kalteng Uji Kendaraan AVT, Mampu Tembus Medan Berat untuk Padamkan Karhutla

Dalam penanganan karhutla, Polda Kalteng memprioritaskan sejumlah daerah yang dinilai memiliki potensi kebakaran cukup tinggi. Wilayah tersebut meliputi Kapuas, Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.

Menurut Iwan, Operasi Aman Nusa II tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengutamakan langkah pencegahan.

Jajaran kepolisian terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, patroli, pemeriksaan kanal, embung hingga pemantauan sumber air yang dapat digunakan untuk pemadaman.

Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Sinergi antara Polda Kalteng, BPBD, TNI, Manggala Agni hingga masyarakat peduli api disebut berjalan dengan baik dalam menghadapi ancaman karhutla.

 Karhutla Tahun Ini Turun Dibanding Tahun El Nino

Kapolda Kalteng menilai penanganan karhutla tahun ini relatif efektif jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, terutama pada tahun-tahun yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Berdasarkan data yang disampaikan, luasan karhutla pada 2015 tercatat sekitar 500 ribu hektare.

Kemudian pada 2019 mencapai sekitar 185 ribu hektare, sedangkan pada 2023 sekitar 100 ribu hektare.

“Kita bersyukur, karhutla tahun ini turun cukup jauh dari tahun-tahun yang ada fenomena El Nino,” ujarnya.

Meski demikian, Iwan menegaskan upaya pencegahan dan penanganan karhutla tetap harus dilakukan secara maksimal.

Personel di lapangan terus dikerahkan untuk memastikan titik-titik api dapat segera ditangani sehingga kebakaran tidak meluas.

Polda Kalteng juga terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana pemadaman, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla tinggi. 

Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus mencegah terjadinya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.(*)

Editor : Agus Pramono
kapolda kalteng el nino palangka raya karhutla