Dua Helikopter dan Tiga Ekskavator Dikerahkan, GAPKI Kalteng Bantu Jinakkan Karhutla

Novia • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat memantau langsung penanganan karhutla di kawasan Jalan Yos Sudarso XXII. Dalam kunjungan tersebut, Hanif didampingi jajaran terkait dan GAPKI Cabang Kalteng.(Gapki)
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat memantau langsung penanganan karhutla di kawasan Jalan Yos Sudarso XXII. Dalam kunjungan tersebut, Hanif didampingi jajaran terkait dan GAPKI Cabang Kalteng.(Gapki)

PALANGKA RAYA – Upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng tak hanya mengandalkan penanganan dari pemerintah dan aparat.

Sejumlah perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalteng ikut turun tangan dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadaman.

Dukungan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla. Dua unit helikopter disiagakan untuk membantu pemadaman dari udara, sementara tiga unit ekskavator dikerahkan untuk mendukung penanganan di darat.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng Rawing Rambang mengatakan, dua helikopter tersebut digunakan untuk membantu penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), dan Sukamara.

Baca Juga: Karhutla di Kalteng Semakin Masif, GAPKI Minta Perusahaan Sawit Siaga 24 Jam dan Bantu Pemadaman

Sementara tiga ekskavator ditempatkan di Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Kotim.

“Bantuan-bantuan tersebut diarahkan untuk areal yang berada di luar kebun, termasuk areal milik masyarakat,” ujar Rawing, Jumat (23/8/2026). 

Artinya, dukungan perusahaan tidak hanya difokuskan pada kawasan perkebunan. Ketika kebakaran terjadi di lahan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional, perusahaan juga ikut membantu proses pemadaman.

Keterlibatan GAPKI juga terlihat saat Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq melakukan pemantauan karhutla di Palangka Raya pada 21–22 Agustus 2026.

Saat peninjauan di kawasan Jalan Yos Sudarso XXII, Palangka Raya, GAPKI Cabang Kalteng menurunkan dua regu personel untuk bergabung bersama tim gabungan melakukan penanganan di lapangan.

Ketua GAPKI Cabang Kalteng Au Rizky Djaya mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

“GAPKI bersama pemerintah dan masyarakat ikut secara aktif memadamkan kebakaran hutan dan lahan ini,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Menurut Au Rizky, kesiapan menghadapi karhutla harus dimulai dari masing-masing perusahaan. Perusahaan perkebunan wajib memiliki personel serta sarana dan prasarana yang memadai agar dapat bergerak cepat ketika terjadi kebakaran.

Kewajiban tersebut berlaku bagi seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kalteng, baik yang menjadi anggota GAPKI maupun yang belum bergabung.

Dukungan GAPKI tidak berhenti pada pengerahan alat. Kebutuhan personel yang berjibaku di lapangan juga menjadi perhatian.

Para petugas mendapat dukungan kebutuhan gizi seperti susu, sari kacang hijau, dan sejumlah kebutuhan lainnya untuk membantu menjaga stamina selama melakukan penanganan karhutla.

Au Rizky menilai, ancaman karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja bersama. Pemerintah, dunia usaha, TNI-Polri, serta masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.

“Kita berharap karhutla ini dapat teratasi dengan baik. Perlu kolaborasi dengan semua pihak, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

GAPKI Cabang Kalteng pun menyatakan akan terus mendukung penanganan karhutla di berbagai wilayah. Pengerahan personel, peralatan darat hingga dukungan pemadaman dari udara menjadi bagian dari upaya memperkuat respons terhadap kebakaran.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemadaman, mencegah api meluas, serta mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan.(*)

Editor : Agus Pramono
gapki karhutla