Gubernur Kalteng Tanggapi Razia Pajak Kendaraan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Agus Pramono • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Razia pajak kendaraan di tengah status tanggap darurat asap.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)
Razia pajak kendaraan di tengah status tanggap darurat asap.(Agus Pramono/kaltengpos.jawapos.com)

 

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran angkat bicara terkait razia pajak kendaraan bermotor yang digelar di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya.

Agustiar mengaku belum mengetahui secara detail alasan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng menggelar penertiban pajak kendaraan pada saat masyarakat tengah menghadapi kondisi udara yang tidak sehat akibat kabut asap.

“Terkait Bapenda melakukan razia, kami kurang tahu. Karena tentunya dengan situasi saat ini, mungkin menyangkut pendapatan asli daerah. Coba nanti konfirmasi ya,” kata Agustiar usai melaksanakan Salat Istisqa di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: Napas Warga Palangka Raya Sesak oleh Kabut Asap, Bapenda Malah Razia Pajak, Auto Dikritik Netizen

Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar saat dimintai tanggapan mengenai razia pajak kendaraan bermotor yang digelar di Jalan Garuda, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Penertiban tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya petugas UPT Samsat Palangka Raya, Ditlantas Polda Kalteng, Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya.

Razia Pajak Tuai Kritik di Tengah Kabut Asap

Pelaksanaan razia menjadi sorotan karena berlangsung ketika kondisi kabut asap di Palangka Raya cukup pekat. Sejumlah masyarakat menilai waktu pelaksanaan penertiban kurang tepat mengingat warga sedang menghadapi dampak kualitas udara yang buruk.

Baca Juga: Bapenda Palangka Raya Jawab Kritik Razia Pajak di Tengah Kabut Asap, 1.000 Masker Dibagikan

Kritik juga ramai disuarakan warganet melalui media sosial. Sejumlah akun media sosial, termasuk akun berskala nasional, mempertanyakan urgensi razia pajak kendaraan ketika masyarakat sedang terdampak kabut asap.

Selain melakukan pemeriksaan surat-menyurat kendaraan, petugas juga membagikan masker kepada pengendara yang melintas setelah menjalani pemeriksaan.

Meski demikian, kegiatan tersebut tetap menuai perdebatan. Kritik yang muncul menyoroti aspek empati pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat akibat kabut asap.

Baca Juga: Pajak Kendaraan Bermotor di Palangka Raya Sumbang Rp24,5 Miliar, Kepatuhan Wajib Pajak 60 Persen

“Razia pajak di tengah kondisi masyarakat yang sedang terdampak seperti sekarang rasanya kurang tepat dan kurang berempati. Harusnya bisa meringankan kesulitan masyarakat, bukan justru menambah beban mereka,” demikian salah satu kritik yang beredar di media sosial.

Di tengah polemik tersebut, pernyataan Gubernur Kalteng menjadi perhatian karena ia meminta agar alasan dan tujuan pelaksanaan razia tersebut dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak Bapenda.(*)

Editor : Agus Pramono
bapenda razia pajak gubernur kalteng kabut asap Razia Pajak Kendaraan agustiar sabran