PALANGKA RAYA – Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut tren kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menurun dari tahun ke tahun.
Inilah tren luasan lahan terbakar di Kalteng pada sejumlah periode yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Pada 1997, saat terjadi El Nino sangat kuat, luasan lahan terbakar disebut mencapai hampir 2 juta hektare.
Kemudian pada 2002 tercatat sekitar 295.202 hektare, 2006 mencapai 1.722.030 hektare, dan 2012 sekitar 183.264 hektare.
Pada 2015, dengan El Nino yang disebut sangat lemah, luasan terbakar mencapai 583.833 hektare.
Sementara pada 2019 sekitar 317.749 hektare dan 2023 mencapai 165.896 hektare.
Untuk 2026, Iwan menyebut sampai Agustus ini luasan lahan terbakar yang tercatat dalam paparan perbandingan tersebut mencapai 7.634 hektare.
Ia menegaskan, tren penurunan tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah.
Kesiapsiagaan tetap harus dipertahankan karena ancaman karhutla masih ada selama musim kemarau berlangsung.
“Kami bersyukur dari data yang tadi saya sampaikan trennya sangat menurun, menurun sangat signifikan. Tetapi ini tidak menjadikan kami lengah, tidak menjadikan kami menghilangkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Iwan saat menyampaikan rilis penanganan karhutla, Senin (24/8/2026).
Data Hotspot dan Jumlah Personel
Iwan juga memaparkan data karhutla sejak Januari hingga 24 Agustus 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat sekitar 22.203 titik panas atau hotspot.
Dari jumlah tersebut, terdapat 1.739 firespot atau titik yang terindikasi menjadi kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 4.920 hektare.
Sementara itu, pada 24 Agustus 2026 saja tercatat 858 hotspot, dengan 53 firespot dan luas areal terbakar sekitar 190,96 hektare.
Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 1.686 hektare.
Berikutnya Kotawaringin Barat dengan 508,5 hektare dan Kota Palangka Raya mencapai 484,20 hektare.
Sedangkan luasan karhutla paling rendah tercatat di Kabupaten Barito Timur, yakni sekitar 14,7 hektare.
Kalteng Siapkan 10.700 Personel
Menghadapi ancaman karhutla, pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan seluruh pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan sekitar 10.700 personel yang tergabung dalam Satgas Penanganan Karhutla.
Polda Kalteng juga memperkuat operasi melalui Operasi Aman Nusa. Sebanyak 650 personel tambahan dikerahkan ke lima wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan, yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.
Polisi juga menyebarluaskan maklumat terkait larangan pembakaran hutan dan lahan melalui hampir 25.000 kegiatan. Sosialisasi dilakukan secara langsung maupun melalui pemasangan spanduk di berbagai wilayah.
Selain itu, patroli dilakukan di sekitar 18.687 titik yang menjadi sasaran karena dinilai rawan terjadi karhutla.(*)