Pemko Palangka Raya Kejar Pembangunan Sumur Bor hingga Minta Tambahan Anggaran

Dea Umilati • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:30 WIB
Pembasahan di lahan gambut. Pemko Palangka Raya dorong pembangunan sumur bor.(Arief Prathama/Kalteng Pos)
Pembasahan di lahan gambut. Pemko Palangka Raya dorong pembangunan sumur bor.(Arief Prathama/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA-Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan penanganan karhutla sebenarnya tidak baru dimulai ketika musim kemarau datang. 

Pemerintah telah melakukan pencegahan sejak musim penghujan melalui sosialisasi, edukasi, bimbingan teknis hingga pelatihan kepada masyarakat.

Baca Juga: Langkah Pemprov Kalteng Usai Tanggap Darurat Karhutla, Bangun Sumur Bor, Rp72 Miliar Siap Dipakai

Persoalan penting adalah sumber air. Kemarau membuat parit-parit mulai kering dan volume air sungai ikut menurun. Padahal, air dalam jumlah cukup dibutuhkan untuk membasahi kawasan gambut sekaligus mendukung pemadaman.

“Parit-parit kita juga sudah mulai kering, sungai-sungai juga. Walaupun masih bisa dimanfaatkan, volumenya sudah berkurang,”ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Kondisi tersebut membuat sumur bor menjadi salah satu pilihan yang didorong pemerintah. Dengan adanya sumber air dari bawah tanah, pembasahan gambut diharapkan tetap dapat dilakukan meskipun sumber air permukaan mulai berkurang.

“Satu-satunya jalan kita harus membuat sumur bor. Sumur bor itulah kita harus buat sesuai dengan spesifikasi yang ada di situ. Itu salah satunya untuk bisa mendapatkan air dan bisa membasahi gambut,” tegasnya.

Selain sumur bor, pemko juga membuka peluang menggunakan teknologi lain untuk mempercepat pemadaman. Zaini menyebut pihaknya mendapat informasi mengenai teknologi berbasis busa yang digunakan untuk menghadapi api di permukaan.

Baca Juga: Cuaca Kalteng Cerah hingga Berawan Pada Rabu 2 September 2026

“Ini kan banyak teknologi. Di Kalteng ini akan dicoba juga berbagai macam teknologi. Kita kerja sama dengan lembaga-lembaga,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi tersebut nantinya tetap harus disesuaikan dengan karakter kebakaran yang terjadi. Untuk gambut, teknologi pemadaman api di permukaan tetap perlu dibarengi pembasahan agar bara di bawah permukaan tidak kembali menyala.

Upaya mendatangkan hujan juga telah dilakukan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Namun, hasilnya tidak dapat dipastikan karena sangat bergantung pada kondisi awan.

“Kita tahu kalau informasinya itu tetap dicoba, namun hasilnya kita tidak bisa pastikan. Itu berkaitan dengan kondisi awan,” katanya.

Di lapangan, penanganan juga diperkuat dengan melibatkan personel lintas instansi. Posko Palangka Raya bersinergi dengan TNI dan Polri. Personel dari Batalyon 830 dan 631 disebut telah tergabung dan siap dimobilisasi ketika dibutuhkan.

Baca Juga: Ada 22 Rumah dan Ruang Oksigen yang Tersebar di Palangka Raya

“Bantuan dari TNI, dari Batalyon 830 sama 631 itu juga sudah tergabung. Jadi pasukan siap ketika nanti dimobilisasi,” ungkap Zaini.

Di tengah kebutuhan penanganan yang terus berjalan, persoalan anggaran mulai menjadi perhatian. Pemko Palangka Raya sebelumnya telah mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat, tetapi bantuan tersebut hingga kini belum diterima.

“Kemarin kita sudah mengajukan ke pusat. Tapi sampai saat ini informasinya belum,” kata Zaini.

Karena itu, pemko kini berharap tambahan anggaran dapat diperoleh melalui APBD Perubahan. Zaini menyebut anggaran operasional untuk penanganan karhutla perlu diperkuat karena kebutuhan di lapangan masih berlangsung.

“Harapan kita di perubahan ini bisa ditambah. Ya lumayan lah, ratusan juta,” ujarnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
wakil wali kota palangka raya achmad zaini gambut karhutla sumur bor