Pemko Palangka Raya dan Masyarakat Gelar Salat Istisqa di Tengah Kepungan Karhutla

Kamila • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:30 WIB
Pemerintah Kota Palangka Raya laksanakan alat Istisqo bersama masyarakat di Masjid Kecubung.(Kamila/Kalteng Pos)
Pemerintah Kota Palangka Raya laksanakan alat Istisqo bersama masyarakat di Masjid Kecubung.(Kamila/Kalteng Pos)

PALANGKA RAYA–Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih melanda, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Masjid Kecubung, Rabu pagi (2/9/2026). 

Salat tersebut menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa bukan sekadar kegiatan berkumpul bersama, tetapi menjadi momentum bagi masyarakat untuk merendahkan diri dan memanjatkan doa di tengah bencana yang sedang dihadapi.

Baca Juga: Salat Minta Hujan dan Doa Bersama Dilaksanakan di Bundaran Besar Palangka Raya

“Di sini kita meminta, ya. Tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi merendahkan diri, mencoba mengetuk rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada pagi hari ini,” katanya.

Fairid menegaskan kondisi karhutla di Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menyebut, berdasarkan informasi hingga malam sebelumnya, jumlah titik api yang terpantau sempat berada pada kisaran 1.200 hingga 1.300 titik per hari sampai Minggu.

Angka tersebut kemudian mengalami penurunan mulai Senin hingga malam sebelum pelaksanaan Salat Istisqa, meski masih berada di sekitar 800 titik.

“Jadi kami beserta seluruh jajaran Forkopimda, TNI, Polri, semaksimal mungkin melaksanakan tanggung jawab untuk mengurangi dan mengatasi kejadian karhutla yang ada di Kota Palangka Raya,” ujar Fairid.

Fairid menilai, upaya penanganan secara teknis perlu diiringi dengan ikhtiar dan doa dari masyarakat.

Baca Juga: Masyarakat Kotim Gelar Salat Minta Hujan di Tengah Kepungan Karhutla

Karena itu, Salat Istisqa disebut sebagai bagian dari upaya bersama, khususnya bagi umat Islam, untuk memohon pertolongan dan turunnya hujan.

“Saya hanya mengajak Bapak- Ibu sekalian untuk melaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam kita. Sekali lagi, di sini mungkin saya harapkan ikhtiar dan doa kita sebagai masyarakat Kota Palangka Raya,” tuturnya.

Selain mengajak masyarakat memperkuat doa dan dukungan terhadap penanganan karhutla.

Ia berharap situasi bencana tidak diperburuk oleh informasi negatif yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
salat istisqa Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin karhutla