Gubernur Agustiar Sabran Menyapa Siswa SMAN 1 Tewah yang Laksanakan PJJ 

Agus Pramono • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 12:01 WIB
Gubernur Agustiar Sabran menyapa siswa SMAN 1 Tewah.(Humas)
Gubernur Agustiar Sabran menyapa siswa SMAN 1 Tewah.(Humas)

PALANGKA RAYA-Ditengah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran SIKom menyapa langsung para siswa dan guru SMAN 1 Tewah melalui pembelajaran daring, Rabu (2/9/2026).

Sapaan tersebut disampaikan Gubernur dari Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, menggunakan Kelas Digital Huma Betang menggunakan TV Interaktif.

Baca Juga: Disdik Kalteng Terapkan PJJ Mulai 31 Agustus dan Evaluasi Tiap 3 Hari

Momen itu menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah untuk memastikan proses belajar siswa tetap berjalan meski pembelajaran harus dilakukan dari jarak jauh.

“Hari ini Pak Gubernur senang, bahagia bisa menyapa walaupun dari daring begini. Jauh di mata dengan anak-anakku, tapi dekat di hati Pak Gubernur,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai tersebut menegaskan, pelaksanaan PJJ tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siswa untuk terus belajar dan meraih cita-cita. 
Menurutnya, keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh niat, kemauan dan tekad masing-masing, bukan semata-mata tempat mereka belajar.

“Tidak ada perbedaan. Sebenarnya tergantung dari niat anak-anakku sekalian. Kemauannya, tekadnya di mana pun tempatnya belajar. Di situ sekolah Pak Gubernur,” tuturnya.

Dirinya juga mengajak murid untuk tetap bersemangat menghadapi situasi Karhutla. Ia meminta siswa turut berperan aktif menjaga lingkungan dan mendoakan agar kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah dapat segera berlalu.

Baca Juga: Menkes: Sekolah Diliburkan atau Tidak, Paparan Asap Karhutla Tetap Mengancam

Menurutnya, penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan siswa bahwa generasi muda merupakan penerus yang nantinya akan memegang estafet pembangunan Kalimantan Tengah.

“Anak-anakku sekalian adalah generasi masa depan kami. Kalian adalah estafet kami nanti ke depannya untuk membangun negeri ini, di Kalimantan Tengah. Tidak ada yang tidak mungkin. Kembali ke diri sendiri,” tegasnya.

Gubernur kemudian mendoakan agar seluruh murid senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan sehingga kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa. 

“Pak Gubernur doakan semoga panjang umur, sehat, bahagia, kelak bisa menjadi bermanfaat untuk orang banyak, menjadi kebanggaan orang tua, menjadi kebanggaan untuk negara ini. Amin,” ucapnya.

Baca Juga: Bocah 11 Tahun Sesak Napas Lalu Meninggal, Paparan Kabut Asap Memperparah Penyakit Bawaannya

Di akhir sapaan, Gubernur juga menyampaikan komitmennya untuk terus menyapa siswa dalam setiap kunjungan ke daerah. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah diberikan secara merata tanpa membedakan latar belakang masyarakat maupun daerah.

“Nanti Pak Gubernur akan berkunjung ke Gunung Mas. Pak Gubernur akan menyapa setiap kunjungan Pak Gubernur di mana pun. Pak Gubernur tidak ada membedakan untuk suku, agama, tidak ada daerah mana dan sebagainya,” pungkasnya.

­Sementara itu, guru Bahasa Inggris SMAN 1 Tewah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Gubernur terhadap para siswa yang saat ini mengikuti PJJ. “Makasih, Pak. Mohon support-nya selalu, Pak Gub. Aamiin,” ungkapnya.

Kegiatan Gubernur Menyapa tersebut sekaligus memperlihatkan pemanfaatan teknologi pendidikan melalui Kelas Digital Huma Betang dan TV Interaktif sebagai sarana menjaga interaksi antara pemerintah, guru dan murid, meski proses pembelajaran berlangsung secara daring selama masa penanganan Karhutla.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
SMAN 1 Tewah tv interaktif agustiar sabran karhutla